Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Permintaan kendaraan niaga Toyota melonjak

JAKARTA: PT Toyota Astra Motor (TAM) mengalami peningkatan penjualan yang signifikan di segmen kendaraan niaga pada semester I tahun ini. Pertumbuhan ini dipicu oleh semakin bergeliatnya sektor komoditas perkebunan dan pertambangan yang merupakan segmen terbesar kendaraan jenis ini.

Penjualan pikap Hilux tercatat 3.196 unit, dari 604 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya atau meroket 429,13%. Adapun, truk Dyna melonjak drastis 154,86% menjadi 5.890 unit dari 2.311 unit. Dengan pencapaian ini Dyna meraih sekitar 30% pangsa pasar.

Menurut Joko Trisanyoto, Marketing Director PT Toyota Astra Motor, kendaraan niaga Toyota banyak digunakan di sektor retail, pertambangan, agribisnis, dan transportasi produk.

"Sektor-sektor itulah yang bisa membuat industri otomotif  di Indonesia masih bisa bertahan di tengah kondisi seperti sekarang," ujarnya kemarin, di sela-sela acara pengumuman pemenang Toyota National Design Competition 2008, yang berlangsung di The 16th Indonesia International Motor Show.

Pada bulan lalu, surat permintaan kendaraan (SPK) untuk truk Dyna melampaui jumlah produksi, sehingga konsumen terpaksa harus menunggu (inden) selama satu hingga dua bulan. "Pasokan pabrik lebih dari 1.000 unit, tetapi SPK mencapai sekitar 1.500 unit," katanya.

Sebagai jalan keluar untuk mengatasi inden, TAM akan mempercepat waktu produksi (pengerjaan unit) dengan menambah tenaga kerja pada Oktober.

Terkait dengan lomba desain nasional yang diselenggarakannya, Joko mengharapkan mampu melahirkan kendaraan dengan karakteristik Indonesia sehingga lebih sesuai dengan selera masyarakat.

"Diharapkan kompetisi ini bisa terus berlanjut sehingga bisa melahirkan kendaraan yang memiliki karakter dan selera masyarakat Indonesia," kata Joko.

Toyota Design Competition ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan. Kompetisi terbagi dua kategori yaitu kompetisi desain aksesori dan kompetisi desain mobil.

Lomba yang dikhususkan untuk kalangan mahasiswa tersebut mulai berlangsung sejak April 2008. (22)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Yamaha pangkas margin laba
  • TRANSMISI
    Krisis tekan penjualan mobil di Korsel 10%
  • TRANSMISI
    HPM rilis All New City
  • TRANSMISI
    Jaguar & Land Rover cari utang