Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 19/08/2008

GM segera operasikan pabrik Pondok Ungu

JAKARTA: Produsen mobil terbesar dunia, General Motors memastikan akan mengoperasikan kembali pabrik perakitan mobil di Pondok Ungu, Bekasi dengan nilai investasi diperkirakan lebih dari US$30 juta.

Mukiat Sutikno, Managing Director PT General Motors Auto World Indonesia (GMAWI)-agen tunggal pemegang merek GM-- mengatakan pi-haknya akan mengumumkan rencana pengoperasian kembali pabrik Pondok Ungu pada akhir tahun ini atau paling lambat awal 2009.

Dia mengungkapkan saat ini perusahaannya terus melakukan persiapan menuju pengoperasian pabrik, termasuk finalisasi model yang akan diproduksi di Indonesia dan mengkaji tingkat renovasi pabrik. GMAWI akan tetap mempertahankan kapasitas pabrik sebesar 20.000 unit per tahun dan belum berniat menaikkan level kapasitas tersebut.

"Pabrik akan beroperasi lagi. Saat ini sudah tahap financial close dan mempersiapkan kebutuhan lainnya seperti memastikan apakah perlu merombak pabrik atau merenovasi beberapa bagian fasilitas pabrik," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengundang GM untuk menghidupkan kembali fasilitas perakitannya dengan harapan pabrikan AS ini dapat memberi nilai tambah bagi industri otomotif nasional.

Menurut Mukiat, prinsipal merespons sangat positif atas rencana pengoperasian pabrik di Indonesia, mengingat potensi pasar otomotif nasional yang cukup besar dan perkembangan bisnis GMAWI yang signifikan.

"Selasa lalu saya berkesempatan menyampaikan informasi kondisi pasar di Indonesia kepada Pimpinan dan CEO GM dan hal ini dikonfirmasi lagi oleh Pak Budi [Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin Budi Darmadi]. Intinya pasar Indonesia cukup potensial."

Dia menyatakan kendati perekonomian global sedang turun, pasar otomotif nasional tetap membaik dan dinilai sangat menjanjikan mengingat ada beberapa negara di Asia yang mengalami titik jenuh, termasuk China yang merupakan pasar terbesar bagi GM di Asia..

Selain itu, sambungnya, pihaknya telah berusaha meyakinkan prinsipal bahwa telah ada perubahan regulasi di Indonesia yang lebih menguntungkan investor.

Dihubungi terpisah, Budi Darmadi mengatakan pemerintah memang mengundang produsen mobil terbesar dunia itu untuk merevitalisasi pabriknya yang ada di dalam negeri.

"Saya sudah bertemu dengan CEO GM dan saya terangkan kemajuan infrastruktur jalan di Indonesia, pelabuhan termasuk car terminal. Saya juga sampaikan insentif untuk investasi baru atau perluasan di sektor otomotif," katanya.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Thailand itu, ungkap Budi, pemerintah juga mendiskusikan mengenai kebijakan energi alternatif ke depan untuk sektor otomotif dan pengembangan teknologi kendaraan bermotor yang akan dipilih Indonesia pada masa mendatang.
Keringanan pajak

Dia memaparkan pemerintah menjanjikan insentif berupa keringanan pajak sebesar 30% selama enam tahun, seperti yang tertuang dalam PP No. 1/2007 jika GM mau memanfaatkan kembali fasilitas perakitan yang tiga tahun terakhir tidak beroperasi.

Selain itu, sambungnya, GM akan diberikan fasilitas pembebasan bea masuk bahan baku komponen yang belum diproduksi di dalam negeri melalui perpanjangan skema bea masuk ditanggung pemerintah.

"Pemerintah akan memberi subsidi bea masuk untuk bahan baku komponen yang belum diproduksi di Indonesia. Ketentuan ini sedang di bahas tim tarif dan terus kami perjuangkan karena memperkuat industri komponen dan menjadikannya lebih kompetitif."

Lesunya penjualan GM di negara asalnya dalam beberapa tahun terakhir yang diperparah dengan tekanan harga bahan bakar yang membubung di AS, memaksa raksasa otomotif dunia ini melebarkan sayap ke kawasan lain, termasuk Asia.

Di Asia, GM memiliki basis produksi yang cukup kuat dengan menggandeng mitra lokal di beberapa negara. a.l. China, Korsel, dan Thailand.

Di Negeri Gajah Putih, pekan lalu Chief Executive Officer GM Rick Wagoner meresmikan pabrik mesin diesel untuk memperkuat penetrasinya di segmen kendaraan berbahan bakar solar setelah pabrikan ini melepas sahamnya di Isuzu Motors Ltd.

Mukiat menambahkan pengope-rasian kembali pabrik ini membuat GMAWI lebih cepat dan fleksibel dalam memenuhi permintaan konsumen. 

Selama ini, penjualan mobil GM di Indonesia yang menggunakan merek Chevrolet masih bergantung pada pasokan dari negara pengekspor seperti Thailand dan Korea Selatan.

Sepanjang semester I/2008, GMAWI mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 180% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.  (Ahmad Muhibbuddin) (siti.munawaroh@bisnis.co.id)

Oleh Siti Munawaroh
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Yamaha pangkas margin laba
  • TRANSMISI
    Krisis tekan penjualan mobil di Korsel 10%
  • TRANSMISI
    HPM rilis All New City
  • TRANSMISI
    Jaguar & Land Rover cari utang