Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 27/08/2008

'Pasar mobil akan tembus 550.000 unit'

JAKARTA: Gaikindo memperkirakan penjualan mobil tahun ini melewati 550.000 unit setelah dalam dua bulan terakhir sejak kenaikan harga BBM permintaan kendaraan terbukti tidak terpengaruh.

Jika prediksi asosiasi ini terbukti, realisasi penjualan mobil tahun ini akan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah otomotif nasional. Pasar mobil terbesar tercatat pada 2005 yaitu 533.917 unit.

Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo mengatakan dalam perhitungan terbaru setelah melihat kondisi terakhir pasar mobil domestik, pihaknya optimistis semester II ini permintaan mobil baru tidak akan turun, apalagi beberapa model kendaraan masih menuai inden dengan waktu dua hingga tiga bulan.

"Kami tidak merevisi target tahun ini di 520.000 unit, tapi dengan kondisi dua bulan terakhir, kami perkirakan pasar bisa tembus 550.000 unit," katanya, kemarin.

Bambang mengakui saat pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pada Mei sebesar 28,7%, kalangan industri memiliki kekhawatiran yang besar jika permintaan kendaran baru akan menurun seiring terpukulnya daya beli masyarakat. Namun, ternyata hal ini tidak terbukti.

Optimisme yang lebih besar muncul dari Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Jhonny Darmawan. Menurut dia tahun ini penjualan otomotif nasional akan menyentuh level 570.000 unit.

Dia memperkirakan kondisi anomali pasar otomotif pascakenaikan BBM bersubsidi akan terus berlanjut hingga akhir tahun,  kendati ada tekanan dari berbagai faktor eksternal seperti kenaikan harga minyak, suku bunga acuan, dan inflasi.

"Tahun ini ada kejutan-kejutan, dimana semua orang memprediksi salah. Penjualan malah naik dan Juli 2008 mencapai puncak 60.836 unit. Dulu kita perkirakan penjualan 520.000 unit di 2008, sekarang dengan melihat run down, hingga akhir tahun market akan melambung ke arah di atas 570.000 unit."

Presdir PT Indomobil Sukses International Tbk Gunadi Sinduwinata meragukan pasar otomotif akan mencapai 570.000 unit karena hari libur yang banyak pada paruh kedua tahun ini.

"Kalau libur, penjualan dan produksi terhenti. Saya realistis 560.000 unit tahun ini, kalau 570.000 unit belum tentu karena agak berat."

Pajak kendaraan


Bambang dapat memahami keinginan pemerintah untuk meningkatkan pajak kendaraan jika melihat pertumbuhan pasar otomotif yang cukup mengesankan tahun ini. Namun, dia menekankan pemerintah harus dapat menjamin ekonomi tetap tumbuh untuk mencegah kemerosotan daya beli.

"Kalau alasannya naikin pendapatan gak masalah selama ekonomi kita baik. Tapi jika tidak dibarengi dengan peningkatan daya beli, pasti permintaan akan merosot. Di sini industri yang dirugikan."

Dia menekankan problema utama dari kenaikan pajak kendaraan sebenarnya bukan pada kekhawatiran menurun atau tidaknya permintaan, tapi lebih pada citra iklim investasi.

Johnny menyayangkan kebijakan pemerintah yang akan menaikkan tarif pajak kendaraan bermotor dan memberlakukannya secara pajak progresif.

"Saya tidak setuju dengan kebijakan itu. Mengatasi kemacetan, bukan itu obatnya. Kebijakan ini juga akan mengurangi selera investor untuk berinvestasi, padahal untuk satu pabrik, seperti mesin butuh dana US$150 juta." (22) (siti.munawaroh@bisnis.co.id /ahmad.muhibbuddin@bisnis.co.id)

Oleh Siti Munawaroh & Ahmad Muhibbuddin
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Yamaha pangkas margin laba
  • TRANSMISI
    Krisis tekan penjualan mobil di Korsel 10%
  • TRANSMISI
    HPM rilis All New City
  • TRANSMISI
    Jaguar & Land Rover cari utang