Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 27/08/2008
TAM janjikan inden Innova hanya satu bulan
JAKARTA: PT Toyota Astra Motor (TAM) berupaya mempersingkat masa tunggu produk terbaru Kijang Innova paling lama satu bulan melalui efisiensi proses produksi.
Presiden Direktur PT TAM Jhonny Darmawan mengatakan pihaknya berkomitmen mempercepat inden Kijang Innova dari dua bulan saat ini menjadi maksimum satu bulan. Hal ini akan terealisasi menyusul kesiapan pabrik perakitan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) untuk mengefisienkan proses produksi.
"TMMIN siap dan kita akan penuhi permintaan. Saat ini penjualan bergerak di level 5.000 unit per bulan. Kalau permintaan masuk 7.000 unit -8.000 unit per bulan, kita akan layani," katanya di sela-sela peluncuran New Kijang Innova, kemarin.
Dia mengungkapkan percepatan kemampuan produksi di pabrik TMMIN ini diharapkan dapat dimulai pada Oktober seiring tren kenaikan permintaan Kijang Innova dari 3.000 unit menuju 5.000 unit per bulan.
Head of Corporate Planning PT TMMIN Irwan Priyantoko ketika dikonfirmasi membenarkan rencana peningkatan efisiensi proses produksi ini. Dengan langkah ini, pihaknya dapat menambah jumlah produksi tanpa harus menambah investasi atau tenaga kerja baru.
TAM kemarin merilis versi facelift Kijang Innova untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin segmen multi purpose vehicle (MPV) medium dengan penguasaan 60%-80%. Model yang masuk dalam proyek Innovative International Multi Purpose Vehicle (IMV) Toyota Motor Corporation ini mengalami perubahan a.l. pada bumper depan dan belakang, gril radiator, pelek, dan lampu kombinasi.
Untuk versi V, Toyota menyematkan fitur SRS dual air bag, dan alarm pad tipe E, serta penyesuaian suspensi di semua model. Semua model juga sudah dimodali dua AC double blower,kecuali di varian E standard.
Produksi terbatas
Secara terpisah, problem keterbatasan produksi membuat PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) pesimistis dapat memenuhi permintaan sasis bus yang diperkirakan mencapai 600 unit di tahun ini. Prediksi permintaan ini melonjak drastis 187,08% dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun lalu yang hanya sebanyak 209 unit.
Namun, untuk tahun ini pihaknya khawatir tidak dapat memenuhi semua permintaan karena terhambatnya produksi. Hal ini membuat konsumen harus menunggu selama tiga hingga empat bulan.
Dia mengatakan masalah inden ini baru akan terselesaikan pada 2010.
"Tahun depan ada Pemilu, jadi saya baru yakin pada 2010 masalah inden akan beres," ujar Presiden & CEO PT Mercedes-Benz Indonesia Rudi Borgenheimer di sela-sela acara penyerahan 10 unit sasis bus ke PO Nusantara, di Wanaherang, Bogor.
Dia mengungkapkan persoalan keterbatasan produksi ini muncul karena pasokan suku cadang dari prinsipal yang terbatas. Negara berkembang lain mendapatkan alokasi yang lebih besar dari Indonesia, di antaranya Brasil. "Masalahnya bukan kapasitas pabrik, tapi pasokan yang terbatas."
Oleh Siti Munawaroh
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- TRANSMISI
ABT dorong penjualan aksesori - Segmen sedan niaga masih bergairah
- TRANSMISI
Pasar mobil di Kanada merosot 10,17% - TRANSMISI
Toyota & Nissan pangkas produksi - Pasar mobil bekas merosot 30%