Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 27/08/2008
Mobil manual akan lebih mahal
JAKARTA: Harga mobil bertransmisi manual diprediksi lebih mahal dibandingkan dengan otomatik karena volume produksinya menyusut seiring tren otomotif global yang mengarah pada cara berkendara praktis.
Perintis Pengembang Bengkel Toyota Aloysius Oentoro mengatakan dibandingkan dengan negara lain, jumlah penjualan mobil bertransmisi manual di pasar otomotif nasional saat ini masih sangat kecil yaitu hanya 17%. Sisanya merupakan mobil bertransmisi otomatik yang mengedepankan kepraktisan berkendara.
Sebagai perbandingan, ungkapnya, jumlah mobil otomatik di Thailand mencapai 65% dari total mobil yang dijual di negara ini, sedangkan di Malaysia, pangsa pasarnya sedikit lebih besar yaitu 30%. Permintaan yang jauh lebih besar terdapat di Jepang. Diperkirakan 85% mobil baru di negara yang menjadi markas sejumlah pabrikan besar kendaraan bermotor ini bertransmisi manual.
Di pasar otomotif domestik, harga mobil otomatik biasanya dijual lebih mahal sekitar Rp10 juta dibandingkan dengan versi manual.
Mantan eksekutif Astra ini mengungkapkan produksi pabrik transmisi manual di Jepang saat ini mulai menurun karena permintaan konsumen di negeri ini menyusut. Produksi yang ada mayoritas dialokasikan untuk pasar ekspor, dan salah satu negara pengimpor transmisi manual terbesar adalah Indonesia.
"Suatu saat jika kita tidak kejar [dengan meningkatkan permintaan mobil otomatik], harga mobil otomatik akan lebih mahal dibandingkan yang manual karena volume produksinya terus menurun," katanya, kemarin, di sela-sela Workshop Membangun Jaringan Bisnis Bengkel Roda 4 dalam Era Globalisasi.
Teknologi baru
Dia menyatakan pergeseran minat konsumen yang akan beralih ke mobil otomatik ini merupakan salah satu tren yang harus diantisipasi oleh pelaku industri otomotif, termasuk pengusaha kecil dan menengah yang bermain di sisi hilir melalui penyediaan layanan purnajual.
Seiring bertambahnya usia kendaraan, lanjutnya, sebagian besar pemilik mobil akan mengalihkan perbaikan kendarannya ke bengkel di luar jaringan bengkel resmi.
"Tidak hanya transmisi, teknologi otomotif terkini juga harus dikuasai seperti ECU, cruise control, hingga teknologi yang terkait dengan konsumsi BBM seperti hybrid."
Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Aminuddin menuturkan pertumbuhan pasar otomotif yang sangat tinggi belakangan ini menambah dan memperlebar peluang usaha bagi industri manufaktur dan jasa perbengkelan.
Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo menambahkan kemampuan mekanik bengkel di luar jaringan resmi ATPM saat ini sudah sangat baik. Setidaknya hal ini tecermin dari kian ramainya kunjungan pemilik kendaran ke bengkel skala UKM.
"Saat ini banyak bengkel franchise masuk ke sini. Jika perlu, suatu saat nanti seiring dengan globalisasi, kita harus dapat 'menyerbu' negara lain dengan tenaga terampil yang kita miliki."
Oleh Ahmad Muhibbuddin
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- TRANSMISI
Evalube garap pasar oli skutik - TRANSMISI
BMW akan produksi mobil listrik - Minerva akan rilis motor baru tahun depan
- TRANSMISI
Akibat krisis, pasar mobil di Eropa merosot 15% - TRANSMISI
Guangzhou Automobile tunda IPO