Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 28/08/2008
MMI akan datangkan Mazda2 dari Thailand
JAKARTA: PT Mazda Motor Indonesia (MMI) akan memasarkan Mazda2 untuk memperkuat penetrasi dengan memanfaatkan tren meningkatnya permintaan kendaraan mobil kompak 1.500 cc.
President Director PT MMI Yoshinori Nishihara mengungkapkan kemungkinan besar pihaknya akan mendatangkan Mazda2 dari Thailand. Di negeri jiran ini Mazda sedang membangun fasilitas pabrik untuk memproduksi model ini dan diperkirakan mulai berproduksi pada September tahun depan.
"Indonesia diharapkan mendapatkan Mazda2 buatan Thailand, kemungkinan pada kuartal IV 2009," katanya di sela-sela peresmian kantor baru MMI di Wisma Standard Chartered Bank Jakarta, belum lama ini.
Dari pabrik perakitan di Thailand, lanjutnya, agen tunggal pemegang merek mobil Mazda di Indonesia ini berharap dapat mengimpor Mazda2 dalam volume yang cukup besar, lebih dari 200 unit.
Dengan memanfaatkan skema tarif bea masuk common effective preferential tariff (CEPT) AFTA sebesar 5%, harga jual produk ini diharapkan menjadi lebih bersaing di pasar domestik.
Mazda2 masuk kategori sedan hatchback dengan mesin MZR 1.5L DOHC. Mobil ini berhasil meraih predikat World Car of The Year (WCTY) 2008 dari Komisi WCTY pada New York International Auto Show, Maret 2008. Di pasar domestik, mobil kompak ini akan bersaing dengan Toyota Yaris, Honda Jazz dan Suzuki Swift dan dipasarkan dengan kisaran harga di bawah Rp200 juta.
MMI terus melengkapi line up produk dan serius menggarap segmen pasar small car sebagai strategi memacu kinerja penjualan dan memperbesar pangsa pasar di industri otomotif nasional.
Selain menunggu kemungkinan impor Mazda2 dari Thailand, MMI saat ini melakukan negosiasi dengan prinsipal untuk memasukkan mobil kompak itu langsung dari Jepang. Namun, MMI dihadapkan pada volume impor yang relatif kecil sekitar 20-30 unit dari pasar Jepang, jika perusahaan benar-benar mendapat akses impor dari Negeri Matahari Terbit itu.
"Volume tentu akan lebih kecil, karena pajak impor yang tinggi dari Jepang sekitar 45% sehingga harga akan tinggi. Kalau impor dari Thailand, kita bisa manfaatkan skema AFTA dengan tarif 5%."
Selama ini, mobil Mazda2 hanya dipasarkan di Singapura dan Brunei Darussalam di samping Thailand. Angka penjualan Mazda2 di negara-negara tersebut cukup besar, sehingga MMI meyakini akan meraih sukses juga di Indonesia.
Tiga diler
Sebagai persiapan untuk mendukung pemasaran mobil kompak itu, MMI akan membuka sedikitnya tiga diler baru di Medan, Kelapa Gading dan Bandung (Jawa Barat) hingga akhir 2008 ini.
"Kami menargetkan dapat menjual 400 unit per tahun Mazda2. Kami sudah memamerkan Mazda2 di ajang International Indonesia Motor Show 2008 dan respons masyarakat cukup bagus."
Sesuai dengan data Gaikindo, sepanjang Januari-Juli 2008, penjualan Mazda melonjak sekitar 118% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dari 554 unit naik menjadi 1.210 unit. Hingga akhir tahun ini, perusahaan ini berambisi menjual sebanyak 2.300 unit.
Oleh Siti Munawaroh
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- TRANSMISI
ABT dorong penjualan aksesori - Segmen sedan niaga masih bergairah
- TRANSMISI
Pasar mobil di Kanada merosot 10,17% - TRANSMISI
Toyota & Nissan pangkas produksi - Pasar mobil bekas merosot 30%