Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 29/08/2008
Pasar mobil Agustus diprediksi turun
CIATER, Subang: Kalangan industri otomotif memperkirakan penjualan mobil pada Agustus menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya karena jumlah hari kerja yang pendek.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto menyatakan jumlah hari kerja yang lebih pendek akan mengurangi jumlah kendaraan yang diproduksi dan dikirimkan pabrikan ke diler pada bulan ini dibandingkan dengan Juli.
"Penjualan di Agustus akan sedikit turun dari Juli karena masalah hari kerja yang lebih sedikit dari bulan lalu. Ini masalah produksi yang jadi terbatas, kalau inden masih oke," ujarnya di sela-sela pelatihan wartawan perindustrian, kemarin.
Jumlah hari kerja pada Agustus berkurang dibandingkan dengan Juli karena ada hari libur bersama saat memperingati HUT ke-63 RI. Bulan lalu, pasar mobil nasional membukukan angka penjualan tertinggi sejak awal tahun ini yaitu sebesar 60.359 unit.
Joko memprediksi laju penurunan penjualan secara wholesale (pengiriman dari diler ke konsumen) masih akan berlanjut pada Oktober dan Desember karena ada liburan panjang saat Idulfitri dan tahun baru.
Pada Oktober, penjualan diperkirakan sedikit turun yakni menjadi sebesar 35.000 unit hingga 40.000 unit dan akan naik lagi di November menjadi 42.500 unit hingga 47.500 unit. Namun, pasar akan kembali terkoreksi pada Desember menjadi 39.000 unit hingga 44.000 unit.
Kendati dibayangi penurunan, Joko optimistis tahun ini pasar otomotif akan mampu mencatat angka 570.000 unit. Dengan berbekal pada anomali industri otomotif pascakenaikan harga BBM pada Mei, Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo juga memperkirakan realisasi penjualan pada tahun ini tembus 550.000 unit atau jauh lebih besar dari target yang dipatok asosiasi pada angka 520.000 unit.
Berlanjut ke 2009
Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra menyatakan tren peningkatan penjualan mobil yang terjadi sepanjang tahun ini akan berlanjut ke tahun depan. Pertumbuhan terbesar akan muncul di segmen kendaraan niaga yang menjadi penopang kegiatan usaha di berbagai sektor .
"Permintaan segmen komersial diperkirakan tetap membaik tahun depan. Sepanjang tahun ini market share kendaraan niaga kami meningkat cukup signifikan. Untuk Gran Max, misalnya, saat ini pangsa pasarnya hanya selisih 2% dengan pesaing."
Joko menambahkan pasar mobil nasional pada 2009 akan menembus 600.000 unit atau lebih besar sekitar 5,26% dibandingkan dengan target penjualan tahun ini sebesar 570.00 unit. Peningkatan ini, menurut dia, dipengaruhi oleh sentimen meningkatnya uang beredar di masyarakat seiring dengan pelaksanaan Pemilu 2009 dan kondisi makroekonomi yang semakin baik.
Untuk mencapai angka penjualan 600.000 unit, sambungnya, asumsi inflasi harus turun menjadi 6,5%, suku bunga acuan turun menjadi 8,5%, nilai tukar rupiah sebesar Rp9.100 per dolar AS dan pertumbuhan ekonomi di level 9,2%.
"Kami buat ancang-ancang untuk tahun depan 600.000 unit, tapi kami juga mengkhawatirkan faktor negatif yang dapat mengganggu pasar yakni rencana kebijakan pajak progresif. Ini (pajak progresif) belum jelas seberapa besar pengaruhnya, tapi kami mengkhawatirkan rencana itu." (22)(siti.munawaroh@bisnis.co.id/yusuf.waluyo@bisnis.co.id)
Oleh Siti Munawaroh & Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- TRANSMISI
ABT dorong penjualan aksesori - Segmen sedan niaga masih bergairah
- TRANSMISI
Pasar mobil di Kanada merosot 10,17% - TRANSMISI
Toyota & Nissan pangkas produksi - Pasar mobil bekas merosot 30%