Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

'Motor bukan penghambat pengembangan angkutan massal'

JAKARTA: Pesatnya pertumbuhan pasar sepeda motor sebaiknya tidak dinilai sebagai hambatan untuk mengembangkan angkutan massal, tetapi dijadikan refleksi agar pemerintah lebih serius menangani fasilitas kendaraan untuk publik.

Ketua Umum Asosiasi Industri SepedaMotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan pertumbuhan  populasi sepeda motor yang pesat hendaknya dilihat secara positif sebagai salah satu jalan keluar menangani sarana transportasi, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah, yang belum terpecahkan.

Dia menyatakan pelaku industri sepeda motor merasa keberatan jika keberadaan "kuda besi" ini dijadikan kambing hitam atas ketidakmampuan pemerintah mengembangkan transportasi publik yang baik. Sepeda motor, lanjutnya, merupakan moda transportasi yang paling mudah dan termurah saat ini.

"Menghambat dalam artian apa? Pemerintah seharusnya mendukung moda transportasi apa pun yang memudahkan masyarakat," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat Dephub Iskandar Abubakar mengatakan pesatnya pertumbuhan sepeda motor terus menyedot pengguna angkutan umum, sehingga menyebabkan kesulitan dalam pengembangan angkutan massal.

Gunadi menegaskan pesatnya pertumbuhan pasar sepeda motor merupakan bentuk nyata dari proses seleksi alam, yaitu masyarakat memilihnya karena angkutan massal belum memenuhi standar kelayakan yang dibutuhkan.

"Siapa sih yang mau panas-panasan naik motor? Masyarakat pasti lebih memilih angkutan massal apabila kondisinya bagus."

Berdasarkan data  AISI, sepanjang Januari-Juli pertumbuhan pasar sepeda motor tercatat sebesar 47,27% menjadi 3,6 juta unit terjual, dibandingkan dengan periode yang sama 2007 sebanyak 2,5 juta unit.

Hingga akhir tahun, Gunadi memperkirakan pasar akan  menembus penjualan sebanyak 5,6 juta unit atau melampaui ekspektasi asosiasi di awal tahun yang hanya 5 juta unit. (22)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Yamaha pangkas margin laba
  • TRANSMISI
    Krisis tekan penjualan mobil di Korsel 10%
  • TRANSMISI
    HPM rilis All New City
  • TRANSMISI
    Jaguar & Land Rover cari utang