Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

Permintaan mobil niaga untuk rental naik 20%

JAKARTA: Permintaan mobil niaga di industri rental naik sekitar 20% seiring dengan booming sektor pertambangan dan perkebunan. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk memfokuskan perbaikan layanan di segmen korporasi.

Pongki Pamungkas, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (Asperkindo), mengungkapkan mayoritas permintaan kendaraan di industri rental mobil berasal dari kalangan korporasi atau fleet. Permintaan sewa ritel dari konsumen harian diperkirakan hanya 5% dari total order yang diterima pelaku industri ini.

Jika diperinci, sambungnya, permintaan segmen korporasi ini sebagian besar berasal dari luar Jawa, terutama sejak pertumbuhan bisnis yang pesat di sektor batu bara dan perkebunan.

"Karena itu, kami berupaya untuk menciptakan industri rental yang sehat dengan membuat standar layanan yang memuaskan konsumen, katanya, saat soft launching Asperkindo, kemarin.

Sekitar 30 perusahaan rental berskala besar kemarin bergabung mengumumkan pembentukan Asperkindo untuk menyatukan visi pelaku industri rental dalam meningkatkan layanan konsumen dan menyikapi kebijakan pemerintah yang terkait dengan usaha di sektor ini.

Beberapa perusahaan yang tergabung dalam asosiasi ini, a.l. PT Serasi Autoraya (Trac-Astra Rent A Car), PT Agung Concern, PT Pusaka Prima Transport (Blue Bird Group), PT Surya Sudeco (Tunas rental), PT Srikandi Multi Rental, PT Agape Sarana Berkat, dan PT Pratama Mitra Sejati (Oto Mitra Rent A Car).

Pongki mengungkapkan jumlah unit kendaraan yang dioperasikan oleh 30 perusahaan yang tergabung dalam Asperkindo sekitar 50.000 unit yang sebagian besar disewa oleh perusahaan tambang dan batu bara berikut industri pendukungnya.

"Kalau di perusahan kami [Trac-Astra Rent A Car], sekitar 90% permintaan dari industri perkebunan, tambang, dan batu bara merupakan jenis kendaraan [berpenggerak roda] 4x4."

Oleh Ahmad Muhibbuddin
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Yamaha pangkas margin laba
  • TRANSMISI
    Krisis tekan penjualan mobil di Korsel 10%
  • TRANSMISI
    HPM rilis All New City
  • TRANSMISI
    Jaguar & Land Rover cari utang