Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 03/10/2008

Pasar motor September diprediksi turun

JAKARTA: Pasar sepeda motor pada September diperkirakan menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya, karena jumlah hari kerja yang lebih sedikit.

Direktur PT Astra International (AI) Tbk Tbk Prijono Sugiarto mengungkapkan permintaan sepeda motor sepanjang tiga minggu terakhir menjelang Lebaran tahun ini cukup kuat.

Namun, lanjutnya, secara keseluruhan pasar kendaraan roda dua pada September dan Oktober diproyeksi akan sedikit turun dibandingkan dengan kinerja pada Agustus karena hari kerja yang pendek terpangkas libur Lebaran. Kondisi ini akan mengurangi produksi di setiap pabrik sepeda motor.

Pangsa pasar perseroan di pasar motor domestik pada Agustus lalu naik menjadi hampir 49% dibandingkan dengan bulan yang sama 2007 yakni 44%. Pencapaian ini diperoleh melalui anak perusahaannya PT Astra Honda Motor (AHM).

Sesuai data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), volume penjualan motor merek Honda pada Agustus mencapai 300.860 unit atau melambung sekitar 60,5% dibandingkan dengan Agustus 2007, yang hanya 187.436 unit.

Secara akumulasi, sepanjang delapan bulan pertama tahun ini, Astra menguasai 47% pangsa pasar motor domestik atau melego sebanyak 1,98 juta unit. Perolehan ini meningkat dibandingkan dengan Januari-Agustus 2007 yakni 43% pangsa pasar dengan volume penjualan 1,25 juta unit.

Prijono menyatakan penjualan sepeda motor perseroan hingga akhir 2008, ditargetkan mencapai 2,8 juta unit atau bahkan menembus 2,85 juta unit dengan target 47% pangsa pasar, naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 45,66%.

"Pencapaian pangsa pasar hingga Agustus 2008 sesuai dengan target kami. Saya rasa, kami bisa mencapai target 47% market share tahun ini dan sudah dibuktikan dengan penjualan Agustus yang menjadi rekor terbesar dalam sejarah Honda di Indonesia," katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Kapasitas produksi

Direktur Pemasaran PT AHM Johannes Loman menyatakan sampai saat ini perusahaan terus mempelajari rencana peningkatan kapasitas produksi motor pada 2009, dari kapasitas yang ada saat ini yaitu sebesar 3 juta unit per tahun.

Menurut dia, pabrik Honda yang paling memungkinkan untuk ditingkatkan kapasitasnya adalah yang berada di Cikarang, mengingat area perakitan pabrik dan lahannya masih sangat luas.

AHM, lanjutnya, akan menyesuaikan kenaikan kapasitas itu dengan perkembangan industri motor nasional tahun depan yang diproyeksi menembus 6,5 juta unit, atau naik hampir 10% dari target penjualan 2008.

"Kalau melihat pasar yang tumbuh hampir 10% pada 2009, kami akan sesuaikan peningkatan kapasitas produksi sekitar 10%. Besaran investasinya saya tidak dapat sampaikan, tapi akan ada penambahan dari sisi tenaga kerja."

Prijono menambahkan yang patut oleh pelaku industri sepeda motor adalah kecenderungan likuiditas yang ketat, baik di pasar domestik dan global, serta suku bunga yang naik.

"Suku bunga acuan (SBI) diharapkan bisa di bawah 10%, supaya bisa menggairahkan pasar," katanya.

Oleh Siti Munawaroh
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Pasar mobil bekas merosot 30%
  • 3 ATPM sepeda motor siap luncurkan model terbaru
  • TRANSMISI
    Pasar ekspor melemah, produksi mobil di Jepang turun
  • TRANSMISI
    Pasar mobil di Jepang anjlok tajam