Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 07/10/2008
Diprotes partai politik, Tata pindahkan pabrik
JAKARTA: Tata Motors Ltd akhirnya merelokasi pabrik senilai US$350 juta yang terletak di West Bengal, India, setelah partai oposisi Trinamool Congress terus melancarkan protes guna mendapatkan kembali lahan yang diklaim milik rakyat.
Keputusan ini diumumkan setelah Pimpinan Tata Motors Ltd Ratan Tata serta Direktur Pelaksana Tata Motor Ltd Ravi Kant, melakukan pertemuan dengan Kepala Menteri Negara Bagian West Bengal Buddhadeb Bhattacharjee, dan Menteri Departemen Perdagangan dan Industri India Nirupam Sen.
Ratan mengatakan selama ini Partai Trinamool Congress terus melancarkan sikap permusuhan berupa intimidasi dan serangan yang menimbulkan kerusakan, sehingga menjadi ancaman keamanan serius terhadap pekerja pabrik.
"Selain itu, gejolak yang berkelanjutan secara tidak langsung akan menjatuhkan reputasi Tata Motors Ltd," ujarnya kemarin.
Terhitung sejak 24 Agustus lalu, partai pimpinan Mamata Banerjee ini terus melakukan serangan guna mendapatkan kembali tanah rakyat seluas 162 hektare yang diambil pemerintah setempat untuk pembangunan pabrik Tata.
Dengan mempertimbangkan hal itu, sambungnya, pilihan yang harus diambil oleh Tata adalah memindahkan proyek tersebut keluar dari Negara Bagian West Bengal. "Tidak ada pilihan lain, kami terpaksa memindahkan proyek dari West Bengal."
Namun, manajemen perusahaan ini belum mengumumkan ke mana pabrik yang dibangun dalam kurun dua tahun ini akan dipindahkan.
Ratan menyatakan akibat keputusan ini, produksi mobil murah Nano akan ditunda. Mobil termurah di dunia ini sebelumnya akan dirilis secara resmi ke pasar pada bulan ini.
Sejumlah kalangan menyayangkan keputusan Tata ini karena West Bengal merupakan daerah yang sedang berkembang terutama dalam hal ekonomi, apalagi kawasan ini pada 2007/ 2008 berhasil menarik dana investasi sebesar 60 miliar rupee.
Marut Sengupta, Direktur Kebijakan Ekonomi Perserikatan Industri India, menilai keputusan Tata merupakan preseden buruk bagi India. "Hal ini semakin membangun citra negatif India terhadap investor," katanya.
Langkah yang diambil Tata ini, lanjutnya, akan berdampak pada keputusan perusahaan asing lainnya untuk melakukan investasi, karena proyek Tata Nano termasuk yang paling prestisius bagi India.
Tata Nano sendiri diproyeksikan dapat dijual dengan harga US$2.500 atau sekitar Rp20 juta. Harga tersebut lebih rendah 50% dibandingkan dengan mobil termurah di pasar India saat ini, yang dibuat oleh Maruti. (22)
Bloomberg
bisnis.com
Berita Lain
- AKSELERASI
Nissan butuh dana talangan - Penjualan mobil nasional turun lagi
- TRANSMISI
Resesi pukul pasar otomotif Italia - TRANSMISI
Hyundai & Kia pangkas produksi - Penjualan sepeda motor turun 4,4%