Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 09/10/2008

Pasar mobil September turun 6%

JAKARTA: Realisasi penjualan mobil pada September turun 6% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan ini merupakan yang kedua setelah sejak awal tahun pasar otomotif nasional menujukkan pertumbuhan yang signifikan.

Berdasarkan data penjualan mobil anggota Gaikindo yang diperoleh Bisnis, pasar kendaraan bermotor roda empat pada bulan lalu sebesar 55.000 unit sementara pada Agustus tercatat 58.489 unit.

Kondisi ini tidak berbeda jauh dengan kondisi pasar motor yang bulan lalu juga terkoreksi sebesar 9,94% dibandingkan dengan Agustus. Para pelaku industri otomotif yang dihubungi menilai penurunan pada September ini lebih disebabkan oleh jumlah hari kerja yang lebih sedikit karena terinterupsi libur Lebaran.

Namun, jika dibandingkan dengan September tahun lalu, tercatat masih terjadi pertumbuhan sebesar 34,02% karena saat itu realisasi penjualan sebanyak 41.036 unit. Secara kumulatif, pada Januari-September, pasar kendaraan roda empat juga masih tumbuh signifikan yaitu 46,75% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, 318.208 unit, menjadi 466.990 unit.

"Hari kerja pada September hanya tiga minggu. Otomatis terjadi koreksi penjualan," kata Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, kemarin.

Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy menilai penurunan penjualan pada bulan lalu sebagai hal yang normal. Selain hari kerja yang lebih pendek, kondisi makroekonomi negeri ini memungkinkan hal itu terjadi.

"Itu [penurunan pasar September] sesuai dengan yang kita prediksi."

Sekjen Gaikindo Freddy Sutrisno memperkirakan selain persoalan hari kerja yang lebih pendek, penurunan penjualan pada September ini karena kemungkinan adanya persoalan pada proses delivery dari pabrik ke diler sehingga menekan penjualan secara whole sale.

Freddy sebelumnya memperkirakan kendati ada libur panjang, pasar mobil pada September secara whole sale tumbuh ke kisaran 60.000 unit karena ada upaya pabrikan untuk mempercepat pengiriman untuk mengantisipasi penggunaan jalur transportasi sebelum mudik Lebaran.

"Mungkin bulan lalu ada masalah pada delivery."

Penjualan ritel

Dia menyatakan kendati secara whole sale terjadi penurunan, secara umum kondisi pasar mobil nasional masih cukup bagus. Setidaknya hal ini tercermin dari masih banyaknya inden beberapa model kendaraan yang dipasarkan oleh sejumlah agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil.

Amelia menambahkan beberapa model kendaraan Daihatsu masih inden, seperti Gran Max dan Xenia. Di sisi lain, dia memperkirakan adanya jumlah realisasi yang lebih besar pada penjualan secara ritel.

"Bulan lalu whole sale 55.000 unit tapi retail salenya saya perkirakan lebih besar sekitar 1.000 unit," ungkapnya.

Industri otomotif domestik memiliki dua acuan penghitungan volume penjualan yaitu whole sale (pencatatan berdasarkan jumlah mobil yang dikirim dari pabrik ke diler) dan retail sale (penghitungan berdasarkan unit kendaraan yang dikirim dari diler ke konsumen).

Terkait dengan dampak krisis ekonomi AS ke pasar otomotif, Jonfis menyatakan pelaku industri masih mencermati terus perkembangannya. Dia berharap krisis pada 2005 tidak terulang tahun ini. "Namun kalau tiba-tiba direm dan tiba-tiba digas, [dampak ekonominya] akan tidak baik."

Freddy menambahkan yang paling dikhawatirkan pelaku pasar adalah dampak ke sektor pembiayaan. Kenaikan BI Rate menjadi 9,50% yang merupakan salah satu respons Bank Indonesia atas kondisi ekonomi terakhir, akan menekan permintaan kendaraan, terutama yang membeli secara kredit.

"Tahun ini mungkin tidak [ada pengaruh] ya. Mungkin baru terasa tahun depan. Itu pun kita harap hanya terjadi pada kuartal I saja." (22) (ahmad.muhibbuddin@bisnis.co.id)

Oleh Ahmad Muhibbuddin
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Pasar mobil bekas merosot 30%
  • 3 ATPM sepeda motor siap luncurkan model terbaru
  • TRANSMISI
    Pasar ekspor melemah, produksi mobil di Jepang turun
  • TRANSMISI
    Pasar mobil di Jepang anjlok tajam