Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 09/10/2008

Yamaha setop produksi RX King

JAKARTA: PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) akan menghentikan produksi motor RX King karena dianggap sudah tidak memenuhi skala ekonomi.

Vice President PT YMKI Dyonisius Beti menyatakan setelah mempertimbangkan berbagai aspek pihaknya berencana tidak lagi menjual model motor sport legendaris yang menggunakan mesin 2 tak ini.

Penghentian produksi ini direncanakan mulai tahun depan sehingga sampai akhir tahun ini para penggemar motor yang memiliki akselerasi khas ini masih bisa membelinya. Dia tidak menyebutkan apakah stok motor ini sampai akhir tahun akan dibatasi atau tidak.

"Kami akan menyiapkan gantinya nanti," katanya, baru-baru ini.

Beti tidak bersedia memaparkan lebih lanjut apakah pengganti RX King nanti masih akan menggunakan mesin 2 tak atau menggantinya dengan mesin 4 tak yang selama ini dianggap lebih ramah lingkungan. Nama RX King diperkirakan tidak lagi digunakan Yamaha.

Beti mengungkapkan rata-rata penjualan RX King sebulan sebanyak 1.000 unit.

Berdasarkan data Asosiasi Industri SepedaMotor Indonesia (AISI) total penjualan Yamaha RX King selama Januari-Agustus tercatat sebanyak 7.609 unit dengan permintaan terbesar terjadi pada Juli yaitu 1.106 unit.

Di segmen motor sport, pabrikan berlambang garpu tala ini masih memiliki model motor lain yaitu Scorpio dan Vixion. 

Pada akhir 2006, YMKI sempat meluncurkan Yamaha RX King generasi terbaru yang menggunakan spesifikasi mesin sesuai standar emisi gas buang Euro-2.

Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup 141/2003 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. (22)

Oleh Ahmad Muhibbuddin
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Pasar mobil bekas merosot 30%
  • 3 ATPM sepeda motor siap luncurkan model terbaru
  • TRANSMISI
    Pasar ekspor melemah, produksi mobil di Jepang turun
  • TRANSMISI
    Pasar mobil di Jepang anjlok tajam