Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 10/05/2008
Harga pangan akan naik 15%
JAKARTA: Harga produk pangan akan terdongkrak sekitar 15% apabila harga bahan bakar minyak jadi naik 30% dengan jangka waktu penyesuaian paling lambat dua bulan.
Thomas Darmawan, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan & Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), memperkirakan akan terjadi kenaikan harga produk makanan dan minuman hingga 15%, jika BBM naik mencapai 30%.
Produsen menaikkan harga produk paling lambat dua bulan setelah penetapan kenaikan harga BBM oleh pemerintah.
"Kalangan industri sudah ngos-ngosan. Belakangan ini kami membayar BBM untuk produksi sesuai dengan harga internasional. Karena itu kenaikan BBM dipastikan akan ada peningkatan harga produk," kata Thomas kemarin.
Gapmmi telah mengusulkan kepada pemerintah agar menunda kenaikan harga BBM tersebut pada waktu daya beli masyarakat tengah tumbuh, yaitu setelah panen raya pada Agustus atau September.
Apabila kenaikan harga BBM dipaksakan dilakukan pada Mei, katanya, akan memberatkan masyarakat yang membutuhkan alokasi anggaran lebih besar pada Juni dan Juli dalam memenuhi keperluan anak menyambut tahun ajaran baru.
Mengingat kalangan industri sudah membayar harga BBM sesuai dengan harga internasional, katanya, maka pemicu besaran kenaikan harga produk akan lebih ditentukan oleh kenaikan biaya transportasi.
Gapmmi telah melakukan penaksiran kenaikan biaya transportasi yang akan ditanggung industri jika harga BBM naik 30%, yaitu sekitar 15%.
"Kenaikan harga produk kami perkirakan akan sebanding dengan kenaikan biaya transportasi. Jika BBM naik 30%, maka diperkirakan ada peningkatan biaya transportasi sebesar 15%."
Gapmmi mengharapkan bahan bakar alternatif seperti gas dan batu bara tidak langsung ikut naik, setelah terjadi lonjakan harga BBM. Jika itu terjadi, dampak kenaikan BBM terhadap harga akan lebih cepat dan mungkin menjadi lebih besar lagi.
Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia Natsir Mansur mengatakan rencana penyesuaian harga tepung terigu dalam negeri dengan instrumen SNI dan BMAD menjadi berantakan setelah harga melonjak akibat efek psikologis rencana kenaikan bahan bakar minyak.
"Kami baru rapat dengan pemerintah soal SNI (standar nasional Indonesia) serta pengenaan bea masuk anti dumping untuk adjustment price, tapi sekarang berantakan karena harga naik secara psikologis akibat harga BBM," katanya kemarin.
Harga pakaian
Ketua Umum Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesoris Indonesia Poppy Dharsono mengungkapkan telah terjadi kenaikan harga produk pakaian jadi dan aksesori rata-rata sebesar 30% pada Mei dibandingkan dengan Januari 2008.
"Kalau BBM harganya naik sampai 30%, kami perkirakan akan terjadi peningkatan harga produk fesyen sebesar 15% lagi," kata Poppy.
Terjadinya kenaikan harga tersebut, jelasnya, akan berdampak pada industri pakaian jadi yang target konsumennya kelas bawah. Mengingat untuk konsumen kelas menengah dan atas, kenaikan harga tidak akan berpengaruh signifikan pada animo membeli, asalkan kreativitas kalangan industri tinggi.(fahmi.achmad) (linda.silitonga@bisnis.co.id)
Oleh Linda T. Silitonga
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- KUOTA
Ekspor udang Jambi menurun - KUOTA
Produk Malaysia kuasai Sebatik - KUOTA
Pungutan sawit diperkirakan tetap 15% - Harga beras cenderung naik
- Ekspor ke Uni Emirat Arab bisa tumbuh 40%