Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 10/05/2008
Pengadaan beras digenjot dengan tiga program
SURABAYA: Pemerintah bersama Perum Bulog sedang mematangkan tiga program untuk memacu proses pengadaan beras agar target nasional 2008, yang awalnya dipatok sebesar 3 juta ton, kemudian ditingkatkan menjadi 3,8 juta ton, dapat tercapai.
Ketiga program itu terdiri Gerakan Penanganan Pasca Panen dan Pemasaran Gabah Beras (GP4GB) untuk 300.000 hektare, bantuan kredit peralatan pascapanen bagi koperasi tani yang menjangkau lahan 200.000 hektare (kedua program itu kegiatan off farm) dan program on farm berupa kredit pertanian untuk 0,5 juta hektare.
Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar mengatakan ketiga program itu kini tengah digodok sehingga dalam waktu dekat dapat segera direalisasikan guna mencegah impor.
"Ketiga program itu Senin pekan depan [12 Mei 2008] akan dimantapkan antara Bulog dan pemerintah khususnya Departemen Pertanian sehingga dalam waktu dekat dapat segera direalisasikan," ungkap Mustofa kepada pers seusai Rapat Koordinasi dengan mitra Bulog di Surabaya, Kamis.
Mustofa menegaskan ketiga program itu diharapkan bisa menyukseskan program pengadaan beras nasional. Dalam proses pengadaan beras, BUMN-nya juga tetap berkomitmen untuk menyerap gabah petani.
Perum Bulog sendiri, dalam pengadaan beras nasional memperoleh public services obligation (PSO) dari pemerintah, sehingga ketika melakukan pembelian beras petani dengan dana PSO mesti menggunakan harga yang telah ditetapkan pemerintah (HPP).
"Target pengadaan beras nasional untuk tahun ini [2008] yang awalnya dipatok sebesar 3 juta ton, oleh pemerintah diminta untuk ditingkatkan menjadi 3,8 juta ton."
Jatim 1 juta ton
Mustofa mengungkapkan bila Bulog Divre Jatim dalam pengadaan beras dinaikkan targetnya dari awalnya 675.000 ton menjadi 1 juta ton. Artinya kontribusi Jatim terhadap pengadaan beras nasional diharapkan mencapai 25%-27%.
"Karena target pengadaan beras nasional ditingkatkan maka target Divre Jatim juga otomatis ditingkatkan menjadi 1 juta ton. Alokasi PSO untuk Jatim sebesar 1 juta ton juga telah disiapkan," katanya.
Dirut Bulog berharap proses pengadaan beras di Jatim melalui PSO sebesar 1 juta ton dapat dipenuhi pada Agustus 2008.
"Apabila Agustus 2008 PSO 1 Juta ton di Jatim tercapai Divre Jatim diperbolehkan untuk melakukan pengadaan beras untuk komersial," tegasnya. (k21)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- KUOTA
Lengkeng impor banjiri Pangkal Pinang - KUOTA
Cuaca tak ganggu distribusi pangan - KUOTA
Impor RI dari Hong Kong naik 25% - Pos tarif intan disederhanakan
- Menyelamatkan nasib petani lewat sidang WTO