Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 10/05/2008

Mengoptimalkan PNPM Mandiri melalui sosialisasi memadai

Seorang pemuda legam yang tinggal di salah satu sudut kumuh di bilangan Slipi, Jakarta Barat, punya talenta memadai. Taufik, demikian nama pemuda asal Purwokerto, Jawa Tengah, yang telah mengadu nasib selama 10 tahun di Jakarta, mampu membuat keramik hias dan membuat berbagai desain melalui kemampuan menggambarnya yang di atas rata-rata. Dengan kemampuan itulah dia bisa bertahan hidup di Ibu Kota, selain sanggup membantu apa saja pekerjaan kasar yang mungkin diperbuatnya.

Saat beristirahat, salah satu kenalannya datang menghampiri memperlihatkan lembar surat kabar yang menceritakan kehadiran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, yang dapat memberi pinjaman dengan kisaran Rp1 juta-Rp3 juta untuk memperkuat permodalannya.

"Apa ini?" tanyanya. "Aku tak pernah tahu ada pinjaman lunak seperti ini," ungkapnya ketika ditanyakan apakah dia mendapatkan informasi mengenai PNPM Mandiri.

Itulah fakta di lapangan yang sangat terbuka kemungkinannya akan cukup banyak masyarakat kecil yang tidak memahami adanya kemudahan seperti itu.

Uniknya, data menunjukkan bahwa sejak program tersebut diluncurkan sekitar satu tahun silam, dana yang sudah terserap untuk menanggulangi kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja itu mencapai Rp13 triliun.

PNPM, seperti kata Menko Kesra Aburizal Bakrie, didukung oleh berbagai departemen dan diharapkan mampu memberi kontribusi dalam upaya pemerintah menekan kemiskinan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Penanggulangan kemiskinan serta penciptaan lapangan kerja ini sebenarnya dimulai pada 1998. Ketika itu dananya bersumber dari lembaga-lembaga internasional di bawah koordinasi Bank Dunia.

Pemberdayaan ini telah menyebar ke-3.999 kecamatan dari total 5.720 di seluruh Indonesia di 33 provinsi. Pada tahun depan program ini diharapkan menjangkau seluruh kecamatan.

Tak cukup publikasi


Faktanya, sebagaimana cerita di atas, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat menuju sejahtera itu belum terpublikasikan secara nasional meski jangkauan proyek ini sudah masuk ke-34.100 desa serta 8.446 kelurahan.

Dalam temu nasional PNPM Mandiri selama tiga hari di Jakarta pada awal Mei, sedikitnya dihadiri 500 peserta dari masing-masing kelompok penerima dana bergulir.

Pada kesempatan itu Aburizal minta supaya masyarakat mempunyai sikap memiliki terhadap pengelolaan dana. Sikap itu perlu dikedepankan karena PNPM hanya dilaksanakan hingga 2015.

Aburizal menilai berat target pemerintah menurunkan angka pengangguran serta kemiskinan. Karena itulah masyarakat dilibatkan dalam rencana menuju kesejahteraan masyarakat melalui program PNPM Mandiri.

Berdasarkan evaluasi program yang dilakukan oleh 21 lembaga pemerintah dan departemen, pada tahun depan dana bergulir akan ditambah nilainya Rp3 miliar untuk setiap kecamatan.

Perbedaan PNPM dengan pemberdayaan masyarakat, termasuk bisnis usaha mikro kecil (UMK) adalah pada sistem distribusi dana. Dana program ini diserahkan kepada masyarakat melalui rekening. Untuk UMK melalui lembaga keuangan mikro (LKM).

Penggunaan dana juga tidak ditentukan pemerintah. Pilihan diberikan terbuka kepada penerima dana bergulir, tetapi orientasi bisnisnya tetap pada kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

Data PNPM melaporkan program perdesaan yang telah menerima pendanaan lebih dari 171.466 mencakup kegiatan prasarana, ekonomi dan sosial. Di antaranya untuk pembangunan dan peningkatan kualitas jalan, jembatan, perbaikan irigasi hingga sarana umum lainnya.
Pada awalnya program ini untuk memberdayakan masyarakat yang belum memiliki status kerja. Dalam prosesnya ternyata mampu membuka peluang lapangan kerja bagi sarjana yang masih menganggur.

PNPM, menurut Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Sujana Royat, masih memerlukan tenaga pendamping kelompok masyarakat penerima dana bergulir.

"Saat ini tenaga pendamping PNPM di seluruh Indonesia untuk Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) sekitar 28.000 orang. Idealnya jumlah tenaga pendamping sebanyak 150.000 orang," papar Sujana Royat.

Tenaga pendamping adalah koordinator di setiap wilayah kecamatan untuk memberi informasi terhadap rencana bisnis dan pengelolaan yang dijalankan masyarakat, utamanya pada kelompok pertanian.

Karena itu PNPM tidak hanya memberi peluang kerja kepada masyarakat kecil, tetapi juga menampung kelompok masyarakat berpendidikan tinggi. Mereka ini akan diberdayakan sebagai tenaga fasilitator atau pendamping.

Keberhasilan PNPM seperti kata Ketua Kelompok Tani Rejang Tani Mandiri Kabupaten Lebong Bengkulu, Nassir Ibrahim, tidak terlepas dari pengawasan ketat tim pengawas beserta kelompok LSM.

"Kami mengambil program bantuan langsung ke masyarakat (BLM) melalui Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) di bawah koordinasi Departemen Pertanian. Setiap petani berhak menerima Rp100 juta," katanya.

Makin mandiri


Di Kabupaten Lebong baru tercatat 35 desa yang memanfaatkan dana PNPM Mandiri dengan total dana Rp3,5 miliar. Manfaat bantuan sudah dirasakan petani karena mereka makin mandiri.

Kelompok Tani Rejang Tani Mandiri, katanya, masih akan memanfaatkan peluang pada tahun depan, karena pemerintah menargetkan sasaran penerima dana PNPM hingga 10.000 desa di seluruh Indonesia.

Dana PNPM yang dikelola Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Bina Budi Mulya di Depok, juga berhasil memberdayakan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Jumlah awal dana yang dikelola hanya Rp300 juta, dan kini akumulasinya mencapai Rp1,4 miliar.

"Kami hanya membebani kelompok peminjam dengan bunga 1,5% per bulan. Memang ada yang sulit ditarik sekitar 13%. Itu terjadi karena kegagalan usaha, bukan karena mereka tidak mau membayar," ujar Sucipto, Koordinator BKM Bina Budi Mulya.

Secara umum, katanya, pemberdayaan PNPM berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui. PNPM di wilayah tersebut sudah berlangsung sejak 2003, ketika penyaluran dana masih di bawah bank dunia.

Di wilayah tersebut sebanyak 1.600 masyarakat produktif mendapat bantuan langsung dari program bank dunia, sebelum akhirnya diganti menjadi PNPM Mandiri.

Jumlah pinjaman yang diberikan kepada pelaku usaha mikro dan kecil mulai Rp500.000 hingga Rp5 juta. Usaha mikro yang disentuh dalam program tersebut adalah pedagang bakso, gorengan, gado-gado ataupun perajin krupuk.

Jika prospek usaha peminjam dinilai bagus, nilainya bisa dinaikkan menjadi maksimal Rp3 juta. "Akumulasi dana Rp1,4 miliar bisa tercapai, karena kami sangat efisien mengelola dana, termasuk untuk gaji pengelola BKM," tukas Sucipto.

Apabila seluruh peserta PNPM mampu memutar dana yang mereka terima secara optimal, rasanya kemiskinan lambat laun akan mampu kita jauhi. Hanya saja, publikasi dan sosialisasi agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran sama sekali tak bisa diabaikan. (ginting.munthe@bisnis.co.id/ syahran.lubis@bisnis.co.id)

Oleh Mulia Ginting Munthe & M. Syahran W. Lubis
Wartawan Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 'Bulog sempat kesulitan serap beras'
  • KUOTA
    Ekspor udang Jambi menurun
  • KUOTA
    Produk Malaysia kuasai Sebatik
  • KUOTA
    Pungutan sawit diperkirakan tetap 15%
  • Harga beras cenderung naik
  • Ekspor ke Uni Emirat Arab bisa tumbuh 40%
  • Larangan klaim pangan hanya untuk merek baru
  • Depdag tangani produk tak ber-SNI
  • KUOTA
    'Tarif bukan penghambat dagang'