Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 17/05/2008

Depdag: Lonjakan harga dipicu ulah spekulan

JAKARTA: Departemen Perdagangan menilai unsur spekulasi menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan lonjakan harga-harga bahan kebutuhan pokok dalam dua pekan terakhir.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan Departemen Perdagangan terus memantau kondisi harga setiap hari, dan keadaannya relatif stabil.

"Kalau anda melihat ada kenaikan harga, tolong sampaikan kepada kami, di mana, produknya apa, nanti kami akan melacaknya," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia meminta seluruh masyarakat untuk menyampaikan ada kenaikan harga di lapangan kepada pemerintah, untuk dilihat faktor pemicu kenaikan harga tersebut.

Menurut dia, pemerintah akan mengantisipasi kenaikan harga BBM 28,7%, yang akan diumumkan pada 24 Mei, melalui koordinasi dengan produsen makanan dan minuman, serta asosiasi yang terkait. Dengan catatan, selama kenaikannya disebabkan oleh biaya transportasi.

Dia mengingatkan kenaikan BBM tahun ini berbeda dengan yang terjadi pada 2005, untuk industri menengah dan besar tidak mendapatkan BBM bersubsidi, jadi harus membayar sesuai dengan harga pasar.

Akibatnya, lonjakan harga disebabkan oleh kenaikan biaya transportasi tidak setinggi dibandingkan dengan 2005. "Intinya mereka [pelaku usaha] sudah mengantisipasi ada kenaikan harga tetapi tidak sebesar pada 2005," ujarnya.

Dia menambahkan kalau ada lonjakan yang lebih besar dari 2005, pemerintah akan mempelajari penyebabnya, apakah karena kekurangan stok, gangguan distribusi, atau permainan para spekulan.

Head of General Affair, PT Food Tjipinang Jaya Nurul Shantiwardhani mengatakan kondisi harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dari 13 Mei sampai 16 Mei tidak berubah. (19/16)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • KUOTA
    'Jadikan EPA batu loncatan produk RI'
  • Industri kopi bisa masuk AEKI
  • Ekspor mebel tumbuh 10%
  • Hasil lelang gula di bawah harga dasar
  • Harga pembelian beras naik jadi Rp4.644/kg
  • KUOTA
    Lada langka di Pangkal Pinang
  • KUOTA
    Ekspor udang Sulut melonjak
  • KUOTA
    Batik asal China banjiri pasar lokal
  • 80 Pengusaha Tionghoa ikuti konvensi bisnis