Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Ekspor mebel tumbuh 10%

JAKARTA: Ekspor mebel dan kerajinan pada 2009 diprediksikan tumbuh 10% menjadi US$2,8 miliar dari tahun sebelumnya US$2,6 miliar melalui pameran kerajinan dengan menargetkan 2.500 pembeli dari luar negeri.

Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Cahyono mengatakan pertumbuhan tahun ini sebesar 9% lebih kecil jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 10% karena pengaruh dari perekonomian global.

"Selain biaya produksi meningkat, permintaan juga turun," ujarnya pada saat acara peluncuran international Furniture dan Craft Fair Indonesia (IFFINA) di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan target pertumbuhan ekspor mebel dan kerajinan pada 2009 naik 10% menjadi US$2,8 miliar.

Menurut Ambar, ekspor mebel dan kerajinan dari rotan tahun ini hanya meningkat 9% karena masih menghadapi masalah desain yang kalah bersaing dibandingkan dengan produk kerajinan luar negeri dan bahan baku lebih banyak diekspor.

Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Bachrul Chairi mengatakan resesi global dan kenaikan harga pangan serta bahan bakar minyak telah mengganggu kinerja ekspor.

Bachrul tetap optimistis terhadap kinerja ekspor, terutama memprioritaskan produk ekspor dari bahan baku alam seperti kerajinan mebel dan rotan. Ekspor mebel, katanya, akan mendongkrak pertumbuhan ekspor nonmigas pada tahun ini ataupun pada 2009.

Upaya yang dilakukan BPEN dengan mempromosikan produk-produk kerajinan mebel ke luar negeri, karena mebel dari Indonesia memiliki kelebihan pada bahan baku yang berkualitas.

Menteri Perindustrian Fachmi Idris mengatakan ekspor kerajinan berbasis kayu dan rotan merupakan langkah strategis, karena kerajinan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari karya masayarakat di berbagai daerah yang menjadi produk andalan, seperti Cirebon dan Jepara.

Menurut dia, pemerintah memiliki program untuk mengembangkan kerajinan berbasis lokal atau dikembangkan di daerah terutama di luar Jawa seperti Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah.

"Kalimantan dan Sulawesi sebagai penghasil utama rotan, jadi cocok jika dijadikan basis industri kerajinan," ujarnya.

Fachmi menyebutkan dua permasalahan utama pertumbuhan industri kerajinan, yaitu masalah pemasaran dan desain.

Pameran mebel internasional digelar Maret 2009

Mengenai pameran International Furniture dan Craft Fair Indonesia (IFFINA), Ambar mengatakan akan digelar pada Maret 2009.

Ditargetkan 12.500 pembeli yang terdiri dari 10.000 pembeli lokal dan 2.500 pembeli dari luar negeri datang di ajang tersebut. "Pameran ini akan dihadiri 90-an negara." (19)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 'Bulog sempat kesulitan serap beras'
  • KUOTA
    Ekspor udang Jambi menurun
  • KUOTA
    Produk Malaysia kuasai Sebatik
  • KUOTA
    Pungutan sawit diperkirakan tetap 15%
  • Harga beras cenderung naik
  • Ekspor ke Uni Emirat Arab bisa tumbuh 40%
  • Larangan klaim pangan hanya untuk merek baru
  • Depdag tangani produk tak ber-SNI
  • KUOTA
    'Tarif bukan penghambat dagang'