Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 19/07/2008

APPSI minta kasus kebakaran pasar diselidiki

JAKARTA: Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mendesak aparat kepolisian untuk melakukan investigasi penyebab kebakaran pasar, mengingat kasus pasar terbakar, skala besar di Indonesia marak kembali belakangan ini.

Sepanjang April hingga Juli 2008, sedikitnya tujuh pasar terbakar yakni Pasar Kebunsayur (Balikpapan), Pasar Ciawitali Guntur (Garut), Pasar Pulogadung (Jakarta), Pasar Induk Rejowinangun (Magelang), Pasar Pondok Labu (Jakarta), Pasar Wage (Purwokerto), dan Pasar Wonosari (Bondowoso).

Setyo Edy, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan DPP APPSI, mengatakan sebagian pasar yang terbakar itu dalam tahapan pendekatan kepada pedagang untuk peremajaan.

"Karena itu, kami minta aparat kepolisian serius melakukan investigasi penyebab kebakaran pasar," kata Setyo Edy melalui siaran pers APPSI, kemarin.

Identifikasi pasar terbakar pernah dilakukan APPSI untuk periode Juli-Oktober 2007. Ketika itu tercatat ada 17 pasar yang terbakar, dan sebagian sudah terbangun pusat belanja yang megah di lokasi eks-pasar terbakar.

Edy mengakui selama ini pengelola pasar ataupun pengembang yang menjadi pihak ketiga, mengalami kesulitan untuk mendapatkan persetujuan dari para pedagang di pasar yang akan diremajakan.

"Proses minta persetujuan dari pedagang bisa membutuhkan waktu sampai lima tahun, dan sering pengelola dan developer menjadi tidak sabar menghadapi pedagang," kata Edy.

Oleh Linda T. Silitonga
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Ratifikasi Piagam Asean mundur
  • Pengadaan beras Bulog capai 2,5 juta ton
  • Supertoy langgar UU budi daya
  • Bupati diminta awasi hemat listrik di mal
  • KUOTA
    Stok pangan di Aceh diperbesar
  • KUOTA
    Raskin di Lampung tersalur 92%
  • KUOTA
    Ekspor arang tempurung prospektif
  • KUOTA
    Harga rumput laut di NTT melonjak
  • 'Warga jangan terpancing isu kelangkaan stok pangan'