Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 21/07/2008

'Kenaikan bea masuk gula mendesak'

JAKARTA: Kalangan pengusaha dan industri gula meminta agar pemerintah segera merevisi besaran bea masuk (BM) gula sebagai upaya perlindungan petani dan pabrikan dari distorsi liberalisasi perdagangan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (Aptindo) Natsir Mansyur mengatakan jika revisi bea masuk gula tidak segera diumumkan, harga lokal akan  jatuh, apalagi gula impor itu dilepas saat panen raya.

"Harga gula dunia dewasa ini masih tergolong murah, yakni sekitar US$407 per ton Freight out Board/FOB [harga di negara asal, belum termasuk biaya pengapalan dan premium]," ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan harga gula dunia menjadi referensi pedagang saat melakukan penawaran terhadap harga gula lokal. Tidak adanya perubahan bea masuk berpotensi membuat harga domestik mengkhawatirkan.

Sebelumnya Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Subagyo mengatakan, untuk mencegah lonjakan harga menjelang Idulfitri, pemberlakuan tarif bea masuk belum dapat dilakukan saat ini.

Menurut dia, harga gula masih stabil yakni sekitar Rp6.500, jika harga naik ikut menyumbang inflasi. 

Dirjen menjelaskan BM gula harus melihat kondisi harga internasional, harga dalam negeri, dan industri makanan dan minuman. "Posisi [bea masuk gula] masih di tim tarif," ujarnya waktu itu.

Menurut Natsir, justru untuk melindungi produsen dari jatuhnya harga, revisi bea masuk harus segera ditetapkan.

Konsumsi gula Indonesia, 12,5-15,0 kg per kapita, sehingga kenaikan harga gula berapa pun besarnya diyakini tidak akan berdampak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga. 

Menurut dia, gula berbeda dengan beras yang konsumsinya di atas 135 kg per kapita, jika naik sedikit saja akan menyumbang inflasi cukup besar.

Dia menyarankan agar pemerintah menaikkan bea masuk gula, karena acuan impor hanya semata-mata kapasitas terpasang pabrik, nasib petani dan industri gula menjadi pertaruhan.

Idealnya, kata Natsir, BM gula mentah (raw sugar) dinaikkan dari Rp550 per kg menjadi Rp900 per kg dan gula putih dan rafinasi dari Rp7.900 per kg menjadi Rp1.400 per kg.

Harga anjlok

Harga gula kristal putih lokal di tingkat produsen anjlok mencapai Rp4.988 per kg atau di bawah harga pokok penyangga (HPP) yang ditetapkan pemerintah Rp5.000 per kg.

Berdasarkan tender atas 13.300 ton di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, pada 16 Juli lalu, harga tersebut turun dibandingkan dengan tender dua pekan sebelumnya yang masih menembus Rp5.050 hingga Rp5.100 per kg.

"Karena sudah terikat kesepakatan dengan petani dalam penyediaan dana talangan Rp5.000 per kg, kami selaku investor mengambil gula tersebut sesuai dengan HPP Rp5.000 per kg," kata Suhariyanto dari PT Mitra Tani Sejahtera (MTS) di Malang, pekan lalu.

Dia menyebutkan kejadian ini merupakan yang pertama sejak kesepakatan pemberian dana talangan diberlakukan mulai 2002/2003. "Ini memang buruk," katanya.

Adig Suwandi, Associated Corporate Secretary PTPN XI, mengatakan kalau kondisi semacam ini berjalan terus-menerus, potensi kerugian investor sangatlah mungkin.

"Masalahnya, gula lokal tidak mampu berkompetisi dengan gula impor saat harga dunia dan BM rendah seperti sekarang,"  katanya.

Maka dari itu pihaknya mendesak pemerintah segera menaikkan tarif bea masuk (BM) gula yang berlaku selama ini, yaitu dari Rp550 per kg menjadi sekurang-kurangnya Rp900 per kg untuk gula mentah (raw sugar) dan dari Rp900 menjadi Rp1.400 per kg untuk gula putih dan rafinasi.  (19/Bambang Sutejo)  (redaksi@ bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Ratifikasi Piagam Asean mundur
  • Pengadaan beras Bulog capai 2,5 juta ton
  • Supertoy langgar UU budi daya
  • Bupati diminta awasi hemat listrik di mal
  • KUOTA
    Stok pangan di Aceh diperbesar
  • KUOTA
    Raskin di Lampung tersalur 92%
  • KUOTA
    Ekspor arang tempurung prospektif
  • KUOTA
    Harga rumput laut di NTT melonjak
  • 'Warga jangan terpancing isu kelangkaan stok pangan'