Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 20/08/2008

Ekspor ke Uni Emirat Arab bisa tumbuh 40%

JAKARTA: Ekspor ke Uni Emirat Arab (UEA) ditargetkan tumbuh sebesar 40% menyusul pemberlakuan tarif bea masuk di kawasan itu hanya 0%-5%, kecuali produk rokok dan minuman beralkohol.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai Husin Bugis mengatakan semua barang dapat dipasarkan ke UEA selama berkualitas baik dan memiliki harga wajar serta kompetitif.

"Hubungan bilateral UEA, khususnya ekonomi belum besar hanya 1,35% dari total ekspor nonmigas Indonesia," ujarnya pada Rakernas Departemen Perdagangan di Jakarta, belum lama ini.

UEA merupakan negara persatuan dari tujuh emirat yang kaya minyak bumi terdiri dari Abu Dhabi, Aman, Dubai, Fujairah, Ras al Khaimah, Sharjah, dan Umm al Qaiwain.

Pertumbuhan ekspor nonmigas tujuan UAE pada semester I/2008 mencapai 18,35% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

Menurut Husin, UEA memberlakukan perdagangan bebas yakni tanpa hambatan tarif dan nontarif. Hambatan tarif cukup rendah, berkisar 0%-5%, sedangkan hambatan nontarif hanya pada kualitas standar dan memiliki harga kompetitif dengan pesaing lainnya.

Dia menambahkan pada 2007, Indonesia menjadi pengekspor ke-17, sedangkan Malaysia peringkat 12 dan Thailand berada di peringkat ke-15.

Pengusaha Indonesia, katanya, masih sedikit yang berkunjung ke UEA, sehingga banyak investor negara itu lebih memilih menanamkan modalnya di Malaysia, Vietnam dan Thailand.

Nilai investasi UEA di Indonesia sampai Agustus sebesar US$5 miliar di sektor resor, hotel, pelabuhan, telekomunikasi, pertambangan, dan batu bara.

Negara-negara di kawasan Timur Tengah itu merupakan tujuan ekspor pasar nontradisional yang sedang digalakkan oleh pemerintah dalam melakukan penetrasi pasar dan meningkatkan nilai serta volume ekspor di  kawasan tersebut.

Departemen Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas pada tahun ini sebesar 12,5% dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 6,1%, sedangkan pada 2009 pertumbuhan ekspor ditargetkan 13,5% dengan pertumbuhan ekonomi 6,4%.

Untuk mendukung pertumbuhan ekspor tersebut, selain meningkatkan penetrasi ke pasar tradisional juga melakukan penetrasi ke negara tujuan ekspor pasar non tradisional. (19)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Mendag: Waspadai perlambatan perdagangan dunia tahun depan
  • Tim verifikasi ekspor kayu ke AS dibentuk
  • Harga bahan pokok merangkak naik
  • KUOTA
    Harga cabai di Makassar naik