Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 21/08/2008
Dumping plastik Thailand diselidiki
JAKARTA: Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) melakukan penyelidikan terhadap produk kemasan plastik Bi-Axially Oriented Polypropylene Film (BOOP Film) asal Thailand yang diduga terdapat praktik dumping.
Halida Miljani, Kepala KADI, mengatakan proses penyelidikannya dilakukan sejak Mei 2008 hingga enam bulan ke depan sesuai aturan yang berlaku.
"Kita akan menuntaskan penyelidikan di dalam negeri dulu. Selanjutnya baru di luar," ujarnya di Jakarta kemarin.
Jika KADI langsung melakukan penyelidikan di negara asal ataupun produsennya, katanya, akan membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Untuk itu pengumpulan data dan penyelidikan harus diselesaikan di dalam negeri dulu.
Berdasarkan laporan produsen dalam negeri, kata dia, masuknya produk kemasan plastik itu sangat merugikan mereka karena harganya yang jauh lebih murah.
Dia menjelaskan setiap ada laporan dugaan dumping dengan data lengkap dari asosiasi ataupun pelaku industri Indonesia, maka KADI wajib menindaklanjutinya serta melakukan penyelidikan.
"Jika tuduhan dumping memang terbukti, kita akan segera memprosesnya sesuai aturan yang ada," ujar dia.
Menurut Halida, KADI bisa saja mengenakan bea masuk anti dumping (BMAD) di luar bea masuk normal terhadap produk itu jika memang tuduhan dumping tersebut terbukti.
Dia memaparkan dalam hal inisiasi nanti akan disiapkan dokumen-dokumen yang membuktikan produsen dirugikan ataupun industri collaps akibat aksi tersebut.
Selain itu, imbuhnya, tuduhan dumping juga harus memiliki hubungan sebab akibat produk impor terhadap pasar dalam negeri.
Halida mengatakan Indonesia akan bersikap tegas terhadap pihak tertuduh serta akan menggunakan informasi dari pihak yang merasa dirugikan jika negara tertuduh tidak kooperatif.
"Selama ini pihak yang kita tuduh melakukan praktik dumping selalu bersikap menggampangkan kita," ujar dia. (12)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- KUOTA
Harga daging sapi naik - KUOTA
Stok beras di Jakarta melimpah - Harga minyak nilam kembali normal
- Apegti siap salurkan gula dari Bulog
- Pungutan ekspor sawit diduga tetap 0% tahun depan