Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 26/08/2008

KUOTA
Harga pangan di pasar induk turun

JAKARTA: Harga sayur dan beras di Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Induk Beras Cipinang cenderung turun, tetapi malah naik pada tingkat pengecer.

"Harga sayuran menjelang bulan puasa tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Ini karena di daerah stok sedang banyak," kata Staf Operasional Pasar Induk Kramat Jati Suminto, kemarin.

Dia mengatakan beberapa komoditas penting yang memang dicari masyarakat seperti cabai dan bawang merah justru mengalami penurunan harga. Harga cabai merah kini Rp13.000 per kg dan kualitas rendah Rp8.000 per kg karena daerah Tegal dan sekitarnya sedang panen.

Menurut dia, kenaikan harga sayur menjelang bulan puasa biasa terjadi di tingkat pengecer termasuk pasar-pasar tradisional. Perbedaan harga antara pasar induk dan pasar tradisional biasanya dapat mencapai 40%.

Menurut pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Wahyu, stok beras di pasar induk telah mencukupi hingga akhir Lebaran, karena itu harga beras cenderung turun. (Antara)

bisnis.com

Berita Lain

  • Mendag: Waspadai perlambatan perdagangan dunia tahun depan
  • Tim verifikasi ekspor kayu ke AS dibentuk
  • Harga bahan pokok merangkak naik
  • KUOTA
    Harga cabai di Makassar naik