Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 27/08/2008
KUOTA
Ekspor minyak sawit ke India digenjot
JAKARTA: Kesediaan India menurunkan batas atas bea masuk minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) dari 70% menjadi 37,5% akan dimanfaatkan untuk menggenjot ekspor komoditas itu ke negara tersebut.
Ketua Harian Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Derom Bangun mengatakan tarif India yang kini sebesar 70% dan akan diturunkan menjadi 37,5% itu merupakan batas atas bea masuk yang baru dikenakan apabila harga CPO di negara itu jatuh.
"Apabila keadaan normal, seperti saat ini tarif bea masuk CPO di India hanya 0%," ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, kemarin.
Derom menambahkan kegiatan ekspor ke India tidak bermasalah dan tetap lancar, karena negara itu tidak pernah menaikkan tarif bea masuk CPO dari Indonesia dan tetap memberlakukan tarif 0%.
Dia menjelaskan kesediaan India menurunkan batas atas tarif bea masuk dari 70% menjadi 37,5% dalam negoisasi kerja sama perdagangan bebas Asean-India (Asean-India FTA) akan berguna pada saat India hendak melindungi petani dan harga di dalam negerinya.
Dalam perundingan itu, India menyepakati penurunan batas atas tarif bea masuk minyak sawit mentah (CPO) menjadi 37,5% dan 45% untuk refine palm oil (RPO/produk turunan CPO). (Bisnis/19)
bisnis.com
Berita Lain
- KUOTA
Harga daging sapi naik - KUOTA
Stok beras di Jakarta melimpah - Harga minyak nilam kembali normal
- Apegti siap salurkan gula dari Bulog
- Pungutan ekspor sawit diduga tetap 0% tahun depan