Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 29/08/2008
Jelang puasa impor pangan masih stabil
JAKARTA: Impor makanan dan minuman tidak mengalami lonjakan signifikan memasuki masa puasa dan Lebaran, meskipun 93% jenis produk sesuai nomor harmonize system (HS), tidak dibatasi impornya melalui tata niaga.
Direktur Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Albert Tobagu, mengatakan dari semua jenis impor, hanya 7% atau 630 HS yang diatur tata niaganya dari total nomor HS atau sekitar 9.000.
"Impor tidak mengalami lonjakan signifikan, karena untuk kebutuhan bulan ini telah diimpor tiga bulan yang lalu, sedangkan impor bulan ini untuk kebutuhan tiga bulan ke depan," ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, sebagian besar impor dilakukan untuk bahan baku penolong bukan bahan baku, sehingga tidak terlalu besar lonjakannya.
Dia menjelaskan sistem impor tidak menggunakan standar kuota. Artinya setiap industri atau perusahaan memberikan data kebutuhan impor bahan baku kepada Departemen Perindustrian, kemudian Departemen Perdagangan mengeluarkan izin bagi importir produsen (IP).
Barang yang ditataniagakan pun tidak menggunakan standar kuota, sehingga tetap mengacu kepada kebutuhan yang diperlukan industri. Misalnya industri makanan dan minuman membutuhkan 650.000 gula rafinasi, maka yang diizinkan pemerintah sebesar itu.
Tin Gartini, Direktur Pengawasan Barang Beredar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), mengatakan tidak ada perubahan signifikan jumlah importir yang meminta surat keterangan impor kepada BPOM.
"Sama saja, memang ada kecenderungan semakin banyak yang meminta SK (surat keterangan) impor, tetapi itu terjadi sejak awal tahun. Rata-rata 150-200 SK impor per hari," ujarnya.
Dia menjelaskan permintaan SK impor saat ini masih normal, yakni sekitar 150-200 SK impor per hari.
Dia optimistis tidak akan terjadi peredaran produk makanan dan minuman di pasar yang tidak memiliki nomor registrasi dan kode makanan luar (ML), karena sebelum importir meminta surat keterangan (SK) impor, telah terdaftar kode ML, yang berarti produk itu tidak berbahaya dan diizinkan untuk dikonsumsi masyarakat.
Stok dijaga
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Subagyo mengatakan pemerintah dan mitra kerjanya telah melakukan serangkaian rapat koordinasi yang di mulai sejak pertengahan Juli 2008 untuk menghadapi masa puasa dan Lebaran.
"Pemerintah meminta kepada mitra kerja untuk meningkatkan produksi dan distribusi," ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, kemarin.
Menurut Subagyo, kenaikan harga juga harus diidentifikasi terlebih dahulu penyebabnya, apakah karena terbatasnya stok atau hambatan distribusi. "Kalau soal distribusi, kami telah berkoordinasi dengan Dephub untuk antisipasinya."
Menjelang puasa selalu terjadi peningkatan permintaan terhadap kebutuhan pokok masyarakat seperti pada tahun sebelumnya. (19) (redaksi@bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- KUOTA
Harga daging sapi naik - KUOTA
Stok beras di Jakarta melimpah - Harga minyak nilam kembali normal
- Apegti siap salurkan gula dari Bulog
- Pungutan ekspor sawit diduga tetap 0% tahun depan