Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 06/09/2008

Pengadaan beras Bulog capai 2,5 juta ton

JAKARTA: Pengadaan beras Bulog melalui jalur pembelian pemerintah dan jalur komersial hingga kemarin mencapai 2,5 juta ton atau 65,8% dari target sebanyak 3,8 juta ton untuk tahun ini.

Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar mengatakan pengadaan beras Bulog naik sebesar 47% menjadi 2,5 juta ton jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar 1,7 juta ton.

"Padahal harga pasar [beras] 15% di atas HPP [harga pembelian pemerintah], karena panen terus berlanjut di beberapa tempat," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Pengadaan beras dengan harga pembelian pemerintah itu sebanyak 2,28 juta ton atau sekitar 95% dari target. Adapun pengadaan beras jalur komersial hanya 266.000 ton atau 19% dari target.

Akan tetapi, pembelian beras melalui jalur komersial disetop sejak 21 Agustus 2008, dan akan dialihkan melalui jalur pembelian pemerintah sehingga realisasi pengadaan dengan HPP (harga pembelian pemerintah) lebih besar dari sasaran semula.

Penghentian pengadaan beras melalui jalur komersial karena HPP mendekati harga pasar. Selain itu, bertujuan meredam kenaikan harga dan memperbesar pengadaan melalui jalur HPP.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata harga gabah kering giling dan gabah kering panen di tingkat petani  pada Agustus 2008 turun masing-masing 0,54% dan 0,74% dari bulan sebelumnya.

Menurut Mustofa, penghentian pengadaan beras melalui jalur komersial membuat harga beras dan gabah cenderung turun.

Stok beras Bulog saat ini 1,9 juta ton, dengan perincian beras kualitas premium 292.000 ton dan kualitas biasa 1,61 juta ton. Stok beras pada akhir tahun diharapkan mencapai 1,5 juta ton.

Beras kualitas premium itu terdiri dari sisa impor pada 2007 sebesar 26.000 ton dan melalui pembelian jalur komersial sebanyak 266 ton yang disimpan di gudang Bulog Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

"Stok beras premium masih cukup, dapat untuk meredam kenaikan harga beras premium di pasar" ujarnya.

Mustafa mengatakan tidak ada impor beras pada tahun ini. "Tahun depan [2009] diharapkan dapat ekspor," ujarnya.

HPP beras yang saat ini Rp4.300 dan gabah kering giling Rp2.200 per kg akan dinaikkan 8% mulai 1 Januari 2009.

Memasuki hari kelima Puasa, harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) masih tetap sejak 14 Agustus. (19)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Mendag: Waspadai perlambatan perdagangan dunia tahun depan
  • Tim verifikasi ekspor kayu ke AS dibentuk
  • Harga bahan pokok merangkak naik
  • KUOTA
    Harga cabai di Makassar naik