Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 08/09/2008

Subsidi kedelai baru terealisasi 23%

JAKARTA: Subsidi kedelai baru terealisasi sebesar 23,4% atau 117.000 ton yang setara dengan Rp117 miliar dari total anggaran Rp500 miliar. Hal itu disebabkan daya beli perajin tidak 100% dan pelaksanaan subsidi mundur dan baru dilaksanakan pada Juli 2008.

Ketua Bidang Kerja Sama dan Luar Negeri Dekopin yang juga Ketua Harian Dewan Hortikultura Nasional Benny A. Kusbini mengatakan pelaksanaan subsidi kedelai itu selama enam bulan dengan anggaran Rp500 miliar yaitu Rp1.000 per kg dan direncanakan berakhir hingga Desember 2008.

"Realisasi [subsidi kedelai] rendah, karena waktu pelaksanaan mundur dan tidak semua perajin tahu dan tempe mampu membeli jatah alokasi subsidi kedelai yang didapatkannya," ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, pekan lalu.

Menurut Benny, rata-rata subsidi per bulan Rp83,3 miliar dan sampai saat ini telah berjalan dua bulan. Secara nasional, katanya, rata-rata realisasi penyaluran setiap bulan sebesar 70% atau Rp58,31 miliar.

Dievaluasi


Dia menambahkan apabila masa subsidi berakhir pada Desember 2008, pemerintah akan mengevaluasi apakah subsidi harga kedelai akan dilanjutkan atau dihentikan. Jika harga kedelai mulai stabil, lanjutnya, pemerintah akan menghentikan subsidi harga.

Sebaliknya, apabila kenaikan harga terus berlanjut pada tahun depan sehingga kembali berpotensi menyebabkan terjadinya tekanan berat di industri kecil dan menengah (IKM) tahu tempe, Depperin kemungkinan akan kembali mengusulkan agar kebijakan subsidi kedelai diperpanjang.

Sebelum diluncurkan secara nasional mulai Juli, Depperin pada April telah mengadakan uji coba menyalurkan dana subsidi kedelai di DKI Jakarta dengan nilai Rp9 miliar dari total Rp36,37 miliar.

Setelah Jabar, kata Benny, penyaluran dana subsidi harga kedelai akan dilanjutkan ke sembilan daerah prioritas di Jawa dan Sumatra, seperti Banten, Jateng, DIY, Jatim, Lampung, Sumut, dan Sumsel.

Subsidi kedelai mulai efektif disalurkan sejak Juli 2008, di luar daerah itu, kendati perajin tahu tempe lebih sedikit, pemerintah tetap akan menyalurkan sesuai dengan proporsi yang ditetapkan.

Asep Nurdin, Ketua Koperasi Tahu Tempe (Kopti) Jawa Barat, mengatakan pelaksanaan subsidi kedelai di Jawa Barat mulai dilaksanakan pada 9 Juli 2008. realiasi subsidi kedelai dari Juli hingga Agustus 2008 diperkirakan sekitar 80% atau 20.000 ton kedelai atau Rp20 miliar dari alokasi anggaran Rp25 miliar.

"Saya belum tahu subsidi untuk September [2008], apakah akan dikucurkan lagi atau tidak," ujarnya.

Menurut dia, subsidi kedelai di Bandung direncanakan sebesar Rp10,6 miliar per bulan dan subsidi itu terus berlanjut selama enam bulan sampai Desember 2008. (19)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Mendag: Waspadai perlambatan perdagangan dunia tahun depan
  • Tim verifikasi ekspor kayu ke AS dibentuk
  • Harga bahan pokok merangkak naik
  • KUOTA
    Harga cabai di Makassar naik