Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

PIM akan fokus memenuhi kebutuhan dalam negeri

JAKARTA: PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), salah satu perusahaan BUMN, tahun depan mulai memfokuskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri seiring permintaan yang terus meningkat serta kenaikan harga yang sangat prospektif.

Sekretaris PIM Usman Mahmud mengatakan meskipun pemerintah sudah memberikan izin ekspor, harapan perusahaan tetap difokuskan untuk kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat.

"Harga pupuk di dalam negeri sangat bagus dan permintaan juga semakin meningkat," ujarnya kemarin.

Dia menjelaskan pada 2008 jumlah pupuk yang diekspor adalah sebesar 60%-70% dari total produksi yang diperkirakan mencapai 200.000 ton.

Adapun sisanya yang 30%, imbuhnya, digunakan untuk memenuhi permintaan dalam negeri.

Menurutnya, PIM hanya menyalurkan pupuk nonsubsidi untuk sektor perkebunan sesuai dengan permintaan petani.

Dia menjelaskan produksi pupuk tahun ini sangat terbatas karena bahan baku gas dari tiga kargo digunakan bersama perusahaan Kertas Kraft Aceh (KKA).

Namun pada 2009, PIM sepenuhnya mendapatkan bahan baku gas dari ketiga kargo.

"Tahun ini kita banyak mengekspor ke India dan negara-negara Asean lainnya. Namun, tahun depan kita fokuskan dalam negeri dulu," ujarnya.

Dia menjelaskan produksi 2009 ditargetkan mencapai 245.000 ton dan sebagian besar untuk pasokan dalam negeri. Harga pupuk dalam negeri saat ini Rp7.600 per kg, sedangkan harga di luar negeri hanya US$700 per ton.

"Kita memprediksikan harga pupuk di dalam negeri untuk tahun depan akan lebih bagus lagi," ujarnya.

PIM juga merencanakan pengalihan gas dari Petronas, yang saat ini dalam tahap perundingan. PIM juga sedang bernego-siasi dengan Gazprom, BUMN migas Rusia dan Ras Laffan LNG Co Ltd, anak usaha Qatar untuk bahan baku gas sebanyak tiga kargo.

Upaya itu untuk mengantisipasi agar proses produksi tidak terhenti pada Oktober menyusul penipisan cadangan gas dari hasil pengalihan dari PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

Dia menjelaskan pengalihan gas dari PKT ke PIM diperkirakan selesai Oktober 2008 sehingga pemerintah sebagai pemilik harus menjajaki kemungkinan swap gas dari pihak lain supaya PIM tetap dapat beroperasi. (12)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Mendag: Waspadai perlambatan perdagangan dunia tahun depan
  • Tim verifikasi ekspor kayu ke AS dibentuk
  • Harga bahan pokok merangkak naik
  • KUOTA
    Harga cabai di Makassar naik