Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 08/10/2008

Lotte Group beli Makro Indonesia

JAKARTA: Pemain hipermarket raksasa Korea Selatan Lotte Group  akhirnya yang menjadi pembeli pusat perkulakan Makro dan merupakan pemain ritel bermodal asing yang masuk ke Indonesia setelah PT Carrefour Indonesia.

Lotte Group menandatangani kesepakatan untuk membeli seluruh saham PT Makro Indonesia kemarin, sekaligus menyisihkan rivalnya.

Joost van Klink, juru bicara SHV Holdings N.V. (SHV)-pemilik Makro Indonesia, mengatakan peritel yang mengajukan penawaran pembelian Makro kebanyakan raksasa dunia, seperti Tesco, Casino, dan Carrefour.

"Kami menerima tawaran dari para pemain lama dan baru di industri ini baik dari dalam maupun luar negeri. Lotte Group terpilih setelah melewati rangkaian proses seleksi," ujar Joost van Klink melalui siaran pers Makro Indonesia, kemarin.

Lotte dinilai menunjukkan keinginan dan kemampuan membawa bisnis ini ke arah yang lebih baik serta memiliki kesungguhan dan minat jangka panjang untuk berkecimpung dalam pasar ritel di Indonesia.

SHV Holdings N.V. (SHV) merupakan pemilik PT Makro Indonesia, bersama sejumlah pemegang saham lainnya. Bloomberg menyebutkan Lotte Group membeli Makro Indonesia dengan nilai US$223 juta.

Dalam perjanjian menyebutkan Lotte Group akan mengambil alih gedung, tanah, kontrak sewa, karyawan dan inventaris Makro Indonesia sebagai satu paket yang menyeluruh.

Untuk menjamin berjalan lancarnya proses transisi sehingga tidak menimbulkan masalah bagi karyawan, pelanggan, dan pemasok, dalam beberapa bulan mendatang ke depan, Makro Indonesia dan Lotte Group akan bekerja sama.

"Lotte Group akan mengambil alih Makro Indonesia sebagai bisnis yang masih memiliki usaha yang berjalan dengan baik. Karenanya, bisnis berjalan seperti biasa, 19 gerai kami akan tetap buka dari pukul 07.00-22.00 setiap hari," kata Kuswanto Gunadi, Presiden Direktur Makro Indonesia.

Pasar potensial

Dalam kesempatan terpisah Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin J Mailool mengatakan kembali masuknya merek asing di Indonesia menunjukkan sektor ritel di Indonesia menjadi sasaran bidik yang menarik.

"Masuknya Lotte menunjukkan peningkatan kepercayaan asing akan prospek bisnis ritel di Indonesia. Penduduknya yang berjumlah 220 juta orang  sangat menarik, sementara penetrasi pasar swalayan [modern] di Indonesia masih sangat kecil," kata Benjamin.

Sebaliknya, kehadiran pemain asing terutama yang membawa format hipermarket ke Indonesia merupakan tantangan bagi pemasin lokal untuk bersaing, mengingat hipermarket merupakan format toko yang tengah digandrungi konsumen untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari.

"Hadirnya Lotte menjadi tantangan bagi pemain lokal, dan menjadi tugas pemerintah [untuk menciptakan kondisi bisnis] bagi peritel lokal untuk tetap hidup," kata Benjamin.

Lotte Group terbesar kelima di Korea Selatan. Lotte Group memiliki 45 perusahaan afiliasi dengan total aset mencapai 31 miliar euro dan pendapatan bersih sebesar 23 miliar euro pada 2007. 

Lotte Group bergerak dalam bisnis seperti makanan dan minuman, distribusi ritel, petrokimia, konstruksi, dan keuangan.

Sementara dari peringkat omzet di sektor ritel yang dipublikasikan majalah Retail Asia menunjukkan Lotte menempati peringkat pertama di Korsel.

Di bawah perusahaan Lotte Shopping menjalankan ritel multiformat, yaitu department store Lotte, hipermarket Lotte Mart, dan supermarket Lotte Super.

Makro Indonesia didirikan pada Oktober 1991. Makro Indonesia memiliki 19 gerai di Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, melayani sekitar 500.000 pelanggan.

Seperti diketahui pemerintah memperbolehkan modal 100% asing untuk toko modern berformat hipermarket atau supermarket dengan luas areal belanja lebih dari 1.200 m2, dan department store yang luasnya di atas 2.000 m2. (linda.silitonga@bisnis.co.id)

Oleh Linda T. Silitonga
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Mendag: Waspadai perlambatan perdagangan dunia tahun depan
  • Tim verifikasi ekspor kayu ke AS dibentuk
  • Harga bahan pokok merangkak naik
  • KUOTA
    Harga cabai di Makassar naik