Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 11/10/2008

Harga barang kebutuhan pokok belum normal

JAKARTA: Harga berbagai macam kebutuhan pokok seperti  beras, gula, minyak dan tepung belum kembali normal pasca-Lebaran dan diprediksikan kembali normal pekan kedua bulan ini.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Subagyo mengatakan perkembangan harga kebutuhan pokok seminggu setelah Lebaran belum menunjukkan perubahan yang signifikan karena situasi pasar belum normal.

"Seminggu setelah Lebaran harga kebutuhan pokok biasanya turun, tapi saat ini hanya turun sedikit," ujarnya kemarin.

Subagyo mencontohkan harga komoditas daging pada dua hari sebelum Lebaran melonjak menjadi Rp70.000- Rp80.000 per kg, karena mekanisme pasar. Saat ini harga belum bertendensi turun karena pedagang masih sedikit, sementara permintaan sudah normal.

Harga daging sapi, daging ayam ataupun daging ayam broiler menunjukkan tren kenaikan. Sebaliknya, harga minyak goreng masih menunjukkan tren penurunan.

Harga berbagai jenis beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) selama sepuluh hari pertama bulan ini masih tetap. Beras IR64-III yang banyak dikonsumsi masyarakat sejak awal puasa harganya tetap Rp4.800 per kg.

Pasokan beras di PIBC setiap hari rata-rata 1.618 ton dan total stok sampai hari kesepuluh bulan ini 8.091 ton. Pasokan ataupun pengeluaran normal di pasar ini sebanyak 2.700 ton per hari.

Head of General PT Food Station Cipinang Jaya Nurul Shantiwardhani mengatakan banyak pedagang yang belum mulai aktivitasnya, sehingga transaksi jual  beli komoditas itu belum normal.

Pengeluaran beras di PIBC dalam sembilan hari pertama Oktober 2008 rata-rata sebanyak 1.383 ton per hari. "Sedikitnya pemasukan dan pengeluaran beras di PIBC bukan karena stok tetapi karena aktivitas jual beli masih sepi," ujarnya.

Dia memperkirakan aktivitas perdagangan kembali normal mulai pekan ketiga bulan ini. (12/19)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Mendag: Waspadai perlambatan perdagangan dunia tahun depan
  • Tim verifikasi ekspor kayu ke AS dibentuk
  • Harga bahan pokok merangkak naik
  • KUOTA
    Harga cabai di Makassar naik