Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 04/12/2008

Surveyor asing terlibat verifikasi impor

JAKARTA: Surveyor dalam negeri akan bekerja sama dengan surveyor asing untuk melakukan verifikasi barang impor tertentu yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan No: 44/M-DAG/ PER/10/2008 agar produk impor yang masuk sesuai dengan ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.

Direktur Utama Sucofindo Arief Safari mengatakan pembatasan impor terhadap elektronik, alas kaki, mainan anak-anak, garmen, serta produk makanan dan minuman yang tertuang dalam Permendag tersebut dalam proses pre shipment inspection (verifikasi sebelum barang dikapalkan) di pelabuhan muat akan dilakukan bersama dengan surveyor di negara tersebut.

"Surveyor yang tertunjuk [sesuai Permendag] akan bekerja sama dengan SGS," ujarnya kemarin.

Dia menjelaskan kerja sama tersebut bertujuan memperlancar proses verifikasi dan pengiriman arus barang di pelabuhan muat di negara asal sehingga tidak memicu terjadinya kecurangan, baik kuantitas maupun standar mutu produk.

Selain itu, imbuhnya, juga mencegah terjadinya kongesti yang akan menghambat kelancaran arus barang jika proses verifikasi hanya dilakukan di pelabuhan bongkar.

Sebelumnya pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden No. 4 pada 1995 yang menyerahkan proses pemeriksaan barang impor di pelabuhan pemuatan di luar negeri kepada perusahaan surveyor dari Swiss, Societe Generale de Surveillance (SGS).

Setelah berlangsung selama 7 tahun, Inpres 4/1985 itu akhirnya dicabut karena Indonesia harus memberikan imbalan atau fee yang jumlahnya jutaan dolar AS.

Menurut Arief, kerja sama dengan SGS sudah diizinkan kembali oleh pemerintah dengan tujuan lebih mengoptimalkan proses verifikasi importasi.

Mengingat hanya 120 negara yang merupakan kawasan operasional SGS, jelasnya, maka tidak menutup kemungkinan surveyor lokal juga akan bekerja sama dengan surveyor asing lainnya. (12)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • KUOTA
    Harga buah di Kendari naik
  • KUOTA
    India pasar utama Sumut
  • KUOTA
    Kuota sapi bali turun
  • KUOTA
    Ekspor kakao Aceh bergairah