Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Perdagangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 05/12/2008

Harga minyak nilam kembali normal

JAKARTA: Harga minyak nilam terus turun hingga ke titik normal menjadi Rp250.000 per kg dari titik tertinggi Rp1,2 juta per kg disebabkan oleh pasokan yang melimpah dan permintaan pasar dunia mulai berkurang.

Ketua Asosiasi Minyak Atsiri Indonesia T.R. Manurung mengatakan harga nilam jatuh karena pasokan berlimpah dan penurunan permintaan di pasar dunia. Pasokan berlimpah disebabkan oleh para petani bergairah menanam nilam karena harga pernah menyentuh titik tertinggi sebesar Rp1,2 juta per kg.

"Petani banyak yang menanam nilam, sementara permintaan dunia juga mulai turun," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Dia menjelaskan harga nilam juga dipengaruhi permintaan dan penawaran sehingga saat pasokan berlebih dan di permintaan turun karena krisis keuangan global, maka harga ikut melemah.

Harga nilam terus bergerak turun sejak awal tahun yag sempat menyentuh Rp1,2 juta per kg pada Mei 2008, kemudian menjadi Rp800.000 per kg pada September, lalu turun menjadi Rp450.000 per kg dan saat ini Rp250.000 per kg. Harga Rp250.000 per kg merupakan harga normal untuk nilam.

Padahal, Indonesia merupakan pemasok utama nilam di dunia dengan persentase sebesar 90% kebutuhan dunia dipasok dari Indonesia.

Nilai ekspor nilam periode Januari-September 2008 naik sebesar 45,23% atau sebesar US$91 juta dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

Ekspor naik


Sementara itu, volume ekspor periode Januari-September 2008 naik sebesar 17,2% atau sebesar 7.800 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ayah Ramli, salah seorang pedagang hasil bumi dan komoditas unggulan di Banda Aceh, mengatakan harga nilam turun, karena pedagang telah menghentikan pembelian sementara karena kesulitan pemasaran.

"Sebetulnya, harga minyak nilam lebih mahal di Meulaboh daripada di Banda Aceh karena banyak pedagang asal Sumut yang membuka perwakilannya di ibu kota Aceh Barat itu," ujarnya seperti dikutip Antara, belum lama ini.

Sejak harga nilam turun, katanya, banyak petani nilam menahan stok di rumah masing-masing, karena komoditas itu tidak akan menurun kualitasnya walaupun disimpan selama 2 tahun.

Petrus Arifin, salah satu eksportir minyak atsiri dan turunannya yang berasal dari Medan, mengakui jika harga nilam sedang turun menjadi Rp250.000-Rp300.000 per kg.(19)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • KUOTA
    Harga buah di Kendari naik
  • KUOTA
    India pasar utama Sumut
  • KUOTA
    Kuota sapi bali turun
  • KUOTA
    Ekspor kakao Aceh bergairah