Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 21/01/2008
Rekind incar industri EPC US$400 juta
JAKARTA: PT Rekayasa Industri, yang berdiri sejak 12 Agustus 1981, pada tahun ini mengincar kontrak baru engineering, procurement and construction (EPC) hingga US$400 juta karena prospektif.
"Industri EPC memiliki prospek cerah pada 2008 dan 2009," ujar Dirut PT Rekayasa Industri (Rekind) Triharyo Soesilo di Jakarta, pekan lalu.
Dia menyatakan situasi itu dipengaruhi oleh meningkatnya pengerjaan proyek pembangkit listrik, program revitalisasi pabrik gula, hingga proyek modifikasi kilang di sektor minyak dan gas (migas).
"Tahun ini, kami menargetkan memenangkan kontrak baru hingga US$400 juta. Dari empat line bisnis kami, yang terbesar disumbang bisnis migas seperti pemipaan, sekitar US$130 juta," katanya.
Selain itu, perseroan menargetkan mengantongi kontrak proyek refinery dan petrokimia senilai US$125 juta-US$130 juta, proyek pembangkit listrik panas bumi (PLTP) dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) senilai US$50 juta-US$70 juta, proyek pertambangan dan mineral sebesar US$70 juta.
Target proyek EPC hingga US$400 juta itu, kata Triharyo, mengalami peningkatan tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari pendapatan perusahaan pada 2006 sebesar Rp900 miliar, naik menjadi Rp1,7 triliun (audit) dan Rp2,5 triliun ditargetkan di tahun ini.
Seiring peningkatan nilai proyek yang dikerjakan, Rekind menargetkan kenaikan perolehan laba 2008 yakni Rp70 miliar. Tahun sebelumnya, BUMN ini mengantongi laba Rp50 miliar dan Rp30 miliar pada 2006.
Triharyo mengakui proyek yang ditangani perusahaan di masa lalu kebanyakan dari industri petrokimia, tetapi saat ini bergeser ke industri migas dan pembangkit listrik.
Bahkan, beberapa tahun terakhir, Rekind mengerjakan proyek EPC pabrik methanol milik Brunei Methanol Corporation (BMC) di Brunei Darussalam. (09)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Konsumsi elpiji 12 kg naik lagi 5%
- Sumitomo garap Tanjung Jati
- EKSPLORASI
Produksi minyak OPEC turun 0,6% - EKSPLORASI
Korsel bangun kilang 6 juta barel - EKSPLORASI
Harga bensin Malaysia turun Oktober