Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 13/05/2008

Kilang Balongan masuk perawatan
Pertamina jamin pasokan LPG di Jawa aman

JAKARTA: PT Pertamina menjamin pasokan LPG (liquefied petroleum gas) untuk wilayah Jakarta, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah tetap aman walau kilang UP VI Balongan memasuki masa perawatan selama 18 hari.

Kilang yang terletak di Indramayu, Jawa Barat kini memasuki masa perawatan rutin sejak 9 Mei. Akibat perawatan, BUMN perminyakan itu harus kehilangan hasil produksi 21.000 ton dan menggantinya dengan produk impor.

Dirut PT Pertamina Ari H. Soemarno mengatakan perbaikan  kilang Balongan yang merupakan bagian dari perawatan rutin dan tidak akan mengganggu pasokan LPG serta BBM.

"Kami telah melakukan antisipasi dengan melakukan impor dengan jumlah yang sama. Begitu juga dengan storage tidak masalah. Jadi semua tetap terkendali dan aman. Masyarakat jangan khawatir," katanya kemarin.

Pertamina, tambahnya, telah mengantisipasinya dengan menyiapkan pasokan LPG dari Tanjung Priok Dengan pengalihan tersebut, pasokan dari Tanjung Priok meningkat menjadi 2.600 ton per hari yang biasanya hanya 1.900 ton per hari.

Storage Tanjung Priok itu mendapatkan pasokan LPG dari Tanjung Jabung, Teluk Semangka dan Belanak. Akibat ada lonjakan pengisian LPG di Tanjung Priok, waktu pelayanan pengisian truk angkut LPG (skid tank) akan ditambah sampai keadaan normal kembali.

Lakukan impor

BUMN perminyakan itu juga telah melakukan impor 21.000 ton LPG sehingga cadangan bahan bakar itu menjadi 25.000 ton. "Dengan tambahan impor itu, kami jamin pasokan LPG tetap aman," kata Direktur Pengolahan Pertamina Rukmi Hadihartini.

Dia menambahkan kilang Balongan diharapkan beroperasi kembali selambat-lambatnya 27 Mei 2008. Kegiatan perbaikan ini telah direncanakan sebelumnya. Selain itu, perawatan rutin itu juga untuk menghindari gejala over heating pada sarana RCC Kilang Balongan.

Konsumsi LPG nasional mencapai 1,251 juta ton. Dari jumlah konsumsi LPG itu, volume jenis LPG 12 kilogram mencapai 962.000 ton per tahun, LPG 50 kilogram sebanyak 139.000 ton per tahun, dan bulk mencapai 150.000 ton per tahun.

Kilang Balongan menghasilkan 1.200 ton LPG dan 950 ton propeline per hari. Kilang itu juga menghasilkan lebih kurang 8.000 ton per hari bahan bakar minyak jenis Premium. Selain itu juga memproduksikan 900 ton per hari Pertamax, dan 170 ton per hari Pertamax plus. (diena.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Diena Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Transisi BBN dipercepat
  • Presiden jamin elpiji tak naik hingga Pemilu
  • EKSPLORASI
    Produksi minyak Rusia turun
  • EKSPLORASI
    SK Group siap investasi US$7,9 miliar