Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Cadangan BBM jadi 22 hari

JAKARTA: PT Pertamina meningkatkan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dari 19 hari menjadi 22,3 hari sebagai antisipasi peningkatan konsumsi premium, terutama untuk kendaraan bermotor.

Dirut PT Pertamina Ari H. Soemarno mengatakan BUMN itu juga meningkatkan cadangan di tangki-tangki pada tingkat 70% hingga 80% sehingga persediaan BBM masih cukup terkendali.

"Kecenderungan peningkatan konsumsi itu telah kami antisipasi. Oleh karena itu, baik cadangan nasional maupun di tingkat tangki milik Pertamina sudah ditingkatkan," katanya kemarin.

Asumsi adanya peningkatan pemakaian BBM, lanjutnya, bisa dilihat dari data yang dikeluarkan Gaikindo. Menurut data asosiasi itu, kendaraan bermotor yang terjual selama kuartal I/2009 mencapai 229.000 unit. "Artinya, penjualan itu merupakan cerminan dari 67% populasi kendaraan yang ada saat ini."

Dari hasil pantauan manajemen Pertamina, tambahnya, konsumsi penjualan BBM jenis solar dengan jeriken menunjukkan peningkatan. Hal ini karena sudah semakin banyak industri dan rumah tangga yang menggunakan genset. "Padahal kami sudah tidak memperbolehkan orang memakai jeriken untuk membeli BBM di SPBU," keluhnya.

Meski demikian, tutur Ari, Pertamina tidak dapat melarang mengingat konsumen tersebut membeli BBM untuk bahan bakar genset yang dipakai untuk penerangan.

Dalam kesempatan itu, Ari mengatakan PT Pertamina telah memikirkan untuk menambah satu kilang di Indonesia. Dia mengatakan sejumlah pendekatan telah dilakukan dengan beberapa investor dari Timur Tengah seperti Kuwait.

Mundurnya jadwal penerapan smart card BBM (Bahan Bakar Minyak) dari rencana semula yakni pada September tahun ini sampai batas waktu yang belum ditentukan berakibat konsumsi BBM domestik akan melonjak 11% dari kuota yang ditetapkan sebesar 35,8 juta kiloliter pada 2008.

Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Migas (BPH Migas) Tubagus Haryono baru-baru ini mengungkapkan sampai saat ini konsumsi BBM sampai akhir tahun dapat mencapai 11%. "Saat ini saja sudah lebih dari 10%," ujarnya.

Sebelumnya total kuota BBM ditetapkan sebesar 35,8 juta kiloliter yang terdiri dari Premium sebesar 16,9 juta kiloliter, solar 11 juta kiloliter, dan minyak tanah sebesar 7,9 juta kiloliter.

Dia menjelaskan pada dasarnya jika program smart card tidak tertunda dan berhasil pelaksanaannya hingga 100%, penghematan dari BBM jenis premium dapat mencapai 2,4 juta kiloliter, sementara solar mencapai 1,38 juta kiloliter. Dengan demikian total penghematan BBM pada 2008 dapat mencapai Rp10 triliun.

Oleh Diena Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Kilang tahap I Pembangkitan Jawa-Bali selesai
  • Proyek kilang Bojonegara layak untuk dilanjutkan
  • EKSPLORASI
    Harga minyak OPEC melemah
  • EKSPLORASI
    PLTU Gorontalo tetap dibangun