Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 19/08/2008
Qatar siap masuk proyek listrik di RI
JAKARTA: Qatar Investment Authority menyediakan dana sebanyak US$1 miliar untuk investasi proyek infrastruktur ketenagalistrikan dan lainnya di Indonesia.
Duta Besar Indonesia untuk Qatar Rozy Munir mengatakan kedua pemerintahan berkomitmen untuk membentuk usaha patungan di level Business-to-Business (B to B) di mana Qatar Investment, kata Rozy, akan menyediakan modal 85% sedangkan sisanya akan disediakan oleh pihak Indonesia.
"Untuk itu, Qatar Investment Authority telah meneken nota kesepahaman dengan Pemerintah RI," ujarnya tulis Bloomberg, mengutip Gulf Times.
Menurut dia, Indonesia berharap bisa menarik lebih banyak investasi dari Qatar dalam waktu dekat. Pinjaman atau obligasi dari perbankan Islam diharapkan ikut membantu.
Utusan khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab mengatakan dalam sepekan mendatang Qatar Investment akan bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk melihat dan menentukan proyek-proyek yang akan mereka danai, terutama untuk infrastruktur dan pembangkit listrik.
"Mereka akan datang bertemu dengan Menteri Keuangan dalam sepekan mendatang. Proyek yang akan didanai kemungkinan infrastruktur dan pembangkit listrik," katanya.
Wakil Dirut PLN Rudiantara mengatakan penawaran pendanaan untuk pembangkit, khususnya dari Timur Tengah sebenarnya banyak diterima perseroan. Namun, hingga kini belum ada bentuk konkretnya.
"Kalau penawaran itu sebenarnya sudah banyak yang mau masuk. Tapi belum ada langkah konkret sejauh ini," katanya.
Khusus untuk tawaran dari Qatar, Rudiantara malah mengaku belum mengetahui hal itu karena belum mendapat pemberitahuan apa pun dari pemerintah.
Apabila benar Qatar-RI akan membentuk perusahaan patungan, untuk sektor kelistrikan seharusnya pemerintah menunjuk PLN sebagai pihak Indonesia.
Dia memperkirakan investasi itu kemungkinan akan digelontorkan untuk proyek independent power producer (IPP/swasta). "Biasanya dari Timur Tengah itu proyek listriknya IPP. Seperti Emaar yang rencananya akan bangun PLTU 300 MW-500 MW itu juga IPP," katanya.
Oleh Rudi Ariffianto
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- EKSPLORASI
Pasar rig dunia melesu - EKSPLORASI
Hampa Iran bangun kilang - EKSPLORASI
OPEC putuskan produksi 17 Des. - EKSPLORASI
BG & Santos tunda proyek LNG - EKSPLORASI
Daewoo akan pasok gas ke CNPC