Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 20/08/2008

Amankan pasokan batu bara, PLN bentuk PT PLN Batubara

JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akhirnya membentuk anak perusahaan PT PLN Batubara sebagai bagian kebijakan BUMN itu untuk mengamankan pasokan batu bara ke sejumlah PLTU.

Selain itu, persero itu juga melakukan aksi korporasi lanjutan terkait dengan strategi pengamanan distribusi pasokan bahan bakar dengan melakukan akuisisi terhadap perusahaan pelayaran PT Bahtera Adhiguna dengan nilai Rp74 miliar.

Dirut PLN Fahmi Mochtar mengatakan pembentukan anak perusahaan untuk pengadaan dan pengamanan batu bara itu hanya bersifat investasi portofolio. Perusahaan itu, lanjutnya, tidak sama dengan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) yang melakukan eksplorasi tambang.

"Anak perusahaan itu, PLN Batubara dan Bahtera Adhiguna terkait dengan strategi pengamanan pasokan komoditas tersebut ke sejumlah pembangkit. Dengan adanya kedua anak perusahaan itu, pasokan listrik ke pelanggan tidak terganggu," ujarnya kemarin.

Berkaitan dengan nilai akuisisi perusahaan pelayaran Bahtera Adhiguna, dia menambahkan persero itu telah menyediakan dana Rp74 miliar. Nilai itu sesuai dengan hasil due dilligence PriceWaterhouseCoopers (PWC). "Nilai sebesar Rp74 miliar buat PLN tidak besar," tandasnya.

Perluasan tarif

Di tengah-tengah gencarnya ekspansi usaha, PLN tengah merancang untuk memperluas pengenaan tarif insentif dan disinsentif hingga pada level pelanggan 3.300 VA ke atas tahun depan.

Wakil Dirut PLN Rudiantara mengatakan rencana perluasan tarif insentif dan disinsentif itu diharapkan mengurangi beban perseroan dan akan membentuk keuangan BUMN listrik itu menjadi lebih sehat. "Rencana itu bagus bagi PLN."

Rencana perluasan tarif insentif dan disinsentif itu dituangkan di dalam nota keuangan dan rancangan undang-undang penerimaan dan belanja negara (RAPBN) 2009. Selain perluasan tarif itu, pemerintah juga mempertegas pengenaan tarif keekonomian untuk konsumen di atas 6.600 VA.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya menekan subsidi listrik, pemerintah juga ingin menggencarkan penggunaan energi alternatif seperti batu bara, gas, panas bumi, air, dan bahan bakar nabati.

Rudiantara mengungkapkan perseroan menghadapi ancaman cash flow apabila pemerintah tidak melakukan tindakan apa pun. Ancaman itu timbul akibat eskalasi harga energi primer, terutama BBM dan batu bara.

Bahkan, menurut Rudi, dari setiap kenaikan harga minyak US$1 per barel, dengan harga batu bara yang mencapai US$80-US$100 per ton, PLN membutuhkan tambahan dana sekitar Rp600 miliar.

Dengan rata-rata harga minyak pada level US$130 per barel tahun ini, dia memperkirakan subsidi listrik yang dibutuhkan bisa menembus level Rp90 triliun.

Bahkan, seperti dikatakan Direktur Jawa-Madura-Bali PLN Murtaqi Syamsuddin, PLN telah mengonsumsi BBM)tahun ini melampaui jatah yang dipatok dalam APBN sebesar 9,1 juta kiloliter.

"Tahun ini diperkirakan mencapai 10,1 juta kiloliter. Lonjakan ini karena PLN harus menanggung pertumbuhan beban yang terus meningkat," katanya.

Dia menuturkan konsumsi BBM 9,1 juta kiloliter dipatok dengan asumsi pertumbuhan beban mencapai 1,9%. Padahal, ujarnya, proyeksi pertumbuhan beban diperkirakan sampai akhir tahun ini mencapai 6,4%.

"Pertumbuhan ini harus diimbangi dengan penambahan konsumsi BBM, mengingat pembangkit listrik non-BBM belum bertambah," keluhnya. (rudi.ariffianto@bisnis.co.id/diena.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Rudi Ariffianto & Diena Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 'Pengawasan hal paling penting'
  • EKSPLORASI
    KBB ajak investor Korsel
  • EKSPLORASI
    Listrik hambat investasi Jatim
  • EKSPLORASI
    AS terima minyak murah
  • EKSPLORASI
    Pertamina bagi tabung 3 kg
  • Kontrak karya Rio Tinto diubah
  • 4 PP pertambangan segera terbit
  • Proyek Donggi diperkirakan mundur
  • Mitsubishi pangkas produksi
    Harga tembaga mengalami penurunan