Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 20/08/2008

Exxon bantah pipa gas rusak

JAKARTA: ExxonMobil membantah adanya kerusakan pipa untuk pengiriman gas miliknya ke pabrik pupuk milik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Juru Bicara Exxon Deva Rachman mengatakan penghentian sementara aliran gas dari Blok North Sumatera Offshore (NSO) ke PIM hanya disebabkan oleh adanya perawatan rutin yang secara periodik dilakukan. Menurut dia, perawatan dilakukan dari 11 Agustus hingga 24 Agustus mendatang sehingga aliran gas sebanyak 60 mmscfd mulai normal pada 25 Agustus mendatang.

"Tidak benar kalau ada kerusakan pipa. Itu murni untuk perawatan reguler untuk menjaga equipment dan sudah sesuai  dengan SOP kami," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Sumber gas untuk PIM itu berasal dari Blok NSO yang dioperatori oleh Exxon. Perawatan dilakukan pada pipa sepanjang 100 km di bawah laut dan menghubungkan NSO ke PIM.

Sebelumnya, Dirut PIM Mashudianto mengatakan penghentian pasokan gas sejak pekan pertama Agustus terjadi karena pipa bawah laut milik Exxon itu rusak. Menurut dia, Exxon tidak melakukan pemberitahuan awal terkait dengan rencana penghentian pasokan gas tersebut.

Akibatnya, kegiatan produksi urea PIM lumpuh dan menyebabkan PIM kehilangan produksi sekitar 26.640 ton urea, dengan rerata produksi harian 1.776 ton (utilisasi sekitar 103%). Volume produksi itu senilai dengan US$21,31 juta mengingat harga urea di pasar internasional telah menembus sekitar US$800 per ton pada Juli.

"Sebelumnya kami tidak diberitahu [tentang kerusakan itu]. Tiba-tiba saja gas tidak mengalir sehingga produksi pupuk berhenti total. Yang pasti, masalah ini bukan berasal dari pabrik PIM. Karena itu, kerusakan ini harus segera diperbaiki daripada nanti bertambah parah," katanya. (Bisnis, 19/08)

"Kejadian ini kami sebut unscheduled shutdown atau force majeure."

Namun, Deva mengatakan sebelum penghentian dilakukan pihaknya sudah memberitahu kepada PIM. "Kami sudah beritahu dari awal. Ini [perawatan] ini kan sudah terjadwal," katanya.

Sementara itu, dalam perkembangan lain Deva menyatakan Exxon masih terus berupaya melakukan pendekatan untuk tetap terlibat dalam proyek gas Natuna D Alpha. Saat ini, tuturnya, Exxon terus bernegosiasi dengan pihak yang telah ditunjuk pemerintah untuk mengelola lapangan besar gas itu, PT Pertamina (Persero).

Oleh Rudi Ariffianto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • EKSPLORASI
    Produksi LNG dunia melambat
  • EKSPLORASI
    Larangan operasi NTC siap dicabut
  • Izin usaha SPBU penolak premium terancam dicabut
  • PGN operasikan stasiun induk CNG 2011