Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 28/08/2008

20 Cekungan migas ditemukan

BANDUNG: Sedikitnya 20 cekungan baru minyak dan gas, yang sebagian besar berlokasi di Indonesia bagian timur, berhasil ditemukan, sehingga di Indonesia kini terdapat 87 titik cekungan yang memiliki potensi minyak dan gas dari sebelumnya sebanyak 67 titik.

Sekjen Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Ridwan Djamaludin mengatakan Indonesia kini memiliki 87 cekungan dari sebelumnya 67 peta cekungan yang pernah dirilis ikatan itu pada 1985.

"Ahli geologi Indonesia telah berhasil menemukan 20 cekungan baru migas Sama seperti peta sebelumnya, peta cekungan migas baru ini diharapkan bisa digunakan oleh pemerintah dan perusahaan sebagai acuan sebelum melakukan eksplorasi migas," ujarnya kemarin.

Dari 20 titik cekungan yang baru itu, tambahnya, sebagian besar berlokasi di Indonesia bagian timur "Pada peta sebelumnya, berisi sekitar 67 titik cekungan potensi migas. Dengan data yang baru itu, ada 20 titik cekungan baru potensi migas."

Menurut Koordinator Proyek Basin Tectonic Indonesia Benyamin Sapiie, Indonesia kini baru menggarap 17 titik cekungan potensi migas hingga tahapan menghasilkan migas, sedangkan 33 titik lainnya berstatus eksplorasi, tapi belum sampai pada tahap produksi.

Selain berlokasi di Indonesia bagian timur, tambahnya, ke 20 titik itu juga berlokasi a.l. di wilayah Bangka Barat, Bangka, Natuna Selatan, Kendilo, Sanghi, Cendrawasih, Wetar, Mentawai, Miah, Ujung Kulon, Bogor, Deer, Pendalian, dan Ombilin.

Sukhyar, Kepala Badan Geologi Departemen ESDM, menambahkan dari 17 titik cekungan yang telah digarap itu memiliki cadangan mencapai 12 miliar barel. "Namun, kontraktor migas kini menghadapi kendala berupa biaya drilling [pengeboran] sangat mahal, yakni mencapai US$80 juta," ujarnya.

Berkaitan dengan peta cekungan yang telah dihasilkan IAGI, Ridwan mengemukakan peta itu merupakan hasil kerja sama dengan BP  Migas. Dia mengharapkan peta baru itu bisa menjadi acuan bagi perusahaan-perusahaan migas karena peta cekungan yang pernah dibuat pada 1985 belum pernah diperbarui lagi.

Dia mengungkapkan, peta baru ini merupakan hasil kerja sekitar 20 ahli geologis yang merupakan anggota IAGI. Peta baru ini berhasil diselesaikan dalam waktu lima bulan, yang dimulai sejak bulan April 2008 lalu.

"Sama seperti peta sebelumnya, peta cekungan migas baru ini akan digunakan oleh pemerintah dan perusahaan sebagai acuan sebelum melakukan eksplorasi migas." (k38)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 'Pengawasan hal paling penting'
  • EKSPLORASI
    KBB ajak investor Korsel
  • EKSPLORASI
    Listrik hambat investasi Jatim
  • EKSPLORASI
    AS terima minyak murah
  • EKSPLORASI
    Pertamina bagi tabung 3 kg
  • Kontrak karya Rio Tinto diubah
  • 4 PP pertambangan segera terbit
  • Proyek Donggi diperkirakan mundur
  • Mitsubishi pangkas produksi
    Harga tembaga mengalami penurunan