Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 05/09/2008
3 Izin usaha panas bumi di Jabar keluar November
BANDUNG: Izin usaha pertambangan terhadap konsorsium pemenang tender tiga wilayah kerja pertambangan (WKP) panas bumi di Jawa Barat masih terganjal belum keluarnya status hukum konsorsium dari Departemen Energi dan Sumber daya Mineral.
Namun, Dinas Pertambangan dan Energi Jawa Barat menjamin izin usaha terhadap tiga pemenang tender panas bumi masing-masing konsorsium PT Wijaya Karya- PT Jasa Sarana untuk WKP Gunung Tampomas, konsorsium PT Jasa Sarana-PT Rekayasa Industri (WKP Cisolok-Sukarame) dan konsorsium PT Indonesia Power untuk WKP Tangkuban Perahu akan keluar awal November 2008.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Jabar Tubagus Hisni mengatakan dinas itu masih menunggu perubahan status aspek hukum konsorsium pemenang tender yang akan dikeluarkan Departemen ESDM.
"Badan usaha pemenang tender memang sudah memiliki legal aspect. Namun, konsorsiumnya belum. Nah, kami saat ini masih menunggu proses hukum dari konsorsium itu," katanya kemarin.
Sebelumnya, proses izin usaha pertambangan memang diperlukan waktu sekitar dua pekan. Setelah mendapatkan izin usaha pertambangan (IUP), pemenang tender diwajibkan mengamankan modal senilai US$10 juta. "Kami sudah mengevaluasi pemenang tender, termasuk keseriusan mereka. Sejauh ini, mereka memang sangat serius untuk menggarap panas bumi di Jabar."
Hisni mengungkapkan setelah tender tiga wilayah kerja pertambangan selesai, Distamben Jabar masih akan terus melanjutkan tender untuk wilayah kerja pertambangan lainnya, seperti WKP Gunung Ciremai Kuningan, Gunung Papandayan Garut yang masuk tahap pertama, sedangkan tahap kedua, yakni WKP Gunung Gede Pangrango.
Menurut dia, kapasitas panas bumi dua WKP yang akan ditawarkan pada tender tahap dua lebih besar dibandingkan dengan tiga WKP sebelumnya. Gunung Ciremai, misalnya, memiliki potensi panas bumi mencapai 200 MW, dan Gunung Papandayan Garut memiliki potensi 150 MW, sedangkan tiga WKP sebelumnya yaitu Tampomas dan Cisolok hanya 50 MW, dan Tangkuban Parahu 150 MW.
"Lelang dua WKP [Gunung Ciremai dan Papandayan] akan dimulai pada 2009." (k38)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- EKSPLORASI
Pasar rig dunia melesu - EKSPLORASI
Hampa Iran bangun kilang - EKSPLORASI
OPEC putuskan produksi 17 Des. - EKSPLORASI
BG & Santos tunda proyek LNG - EKSPLORASI
Daewoo akan pasok gas ke CNPC