Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 06/09/2008
Sumitomo garap Tanjung Jati
JAKARTA: Sumitomo mendapat restu dari pemerintah untuk menggarap proyek PLTU Tanjung Jati B Extension berkapasitas 2x660 MW dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai US$1,5 miliar.
Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Jack Purwono mengatakan Meneg BUMN sebegai pemegang saham PLN telah menyetujui rencana Sumitomo tersebut dan kini tinggal memperoleh dukungan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Sumitomo melaporkan proses persetujuan ekspansi Tanjung Jati B sudah diteken Meneg BUMN dan minta dukungan dari Menteri ESDM," tuturnya, seusai mendampingi Menteri ESDM menemui eksekutif Sumitomo di Departemen ESDM, kemarin.
Purwono menjelaskan proyek tersebut kini dalam tahap finalisasi perjanjian jual beli listrik (PPA). Bahkan, katanya, harga sebenarnya sudah disepakati, yaitu US$0,043 per kWh. "Tinggal menunggu diteken saja sebenarnya. Dan, diharapkan PPA diteken pekan depan," katanya.
Tanjung Jati B Extension akan berkapasitas 2x660 MW dan berlokasi di wilayah PLTU Tanjung Jati B yang sudah ada. Dia berharap pembangunan proyek sudah bisa dimulai pada 2009 sehingga dengan asumsi konstruksi berlangsung selama tiga tahun, PLTU berbahan bakar batu bara itu akan mulai beroperasi pada 2012.
"Tapi mereka berjanji bisa menyelesaikan lebih cepat dari tiga tahun. Toh mereka menggunakan fasilitas yang sudah ada, seperti pelabuhan dan lainnya sehingga seharusnya memang bisa lebih cepat," ujarnya.
Mengenai pendanaan, lanjut Purwono, Sumitomo sebagai perusahaan independent power producer (IPP) akan membenamkan investasi sekitar US$1,2 miliar hingga US$1,5 miliar.
Perusahaan asal Jepang itu, katanya, sedang dalam pembahasan financial closing untuk memperoleh komitmen pendanaan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
Kendati akan lebih banyak menggunakan porsi pendanaan dari JBIC, Purwono mengatakan sebagian dana yang lain mungkin akan diperoleh dari perbankan lainnya. "Kalau ada perbankan lokal yang mau mendanai, kami kira masih terbuka bagi," tuturnya.
Selain Sumitomo, Purwono mengungkapkan, adanya investor asal Abu Dhabi yang juga berminat membangun pembangkit listrik di Indonesia dengan kapasitas hingga 3.000 MW. Namun, dia tidak bersedia menyebut nama perusahaan itu.
Masih berupa proposal awal dan mereka menjanjikan untuk bertemu lagi nanti setelah Lebaran. Mereka menawarkan pembangkit dengan bahan bakar berasal dari bahan kimia khusus dengan kapasitas 50 MW-3.000 MW. (rudi.ariffianto@bisnis. co.id)
Oleh Rudi Ariffianto
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- EKSPLORASI
PoD Masela disetujui - Distribusi BBM, mau canggih malah buyar
- PLN: Kondisi kelistrikan 2009 lebih baik
- Syarat Natuna segera dibahas lagi
- Pertamina kaji akuisisi Tuban Petro