Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 08/09/2008
Quantum garap bioetanol di Sumba Barat Daya
JAKARTA: Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Quantum Petroleum, anak perusahaan Quantum Group Australia, telah menandatangani perjanjian operasional untuk investasi bioetanol dengan total investasi US$350 juta di wilayah kabupaten itu.
Executive Chairperson Quantum Petroleum Ralph Michael mengemukakan Quantum telah menyelesaikan penelitian lahan yang akan dipakai untuk menanam singkong untuk bahan baku bioetanol setelah perjanjian kesepahaman yang ditandatangani Februari.
"Dengan teknologi yang digunakan oleh Quantum, wilayah Sumba Barat Daya diharapkan bisa menjadi produsen bioetanol pada masa mendatang," ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.
Dalam perjanjian operasional yang ditandatangani Bupati Sumba Barat Daya Emanuel B. Eha, dan Ralph Michael ini disepakati kerja sama operasional berupa pendirian perkebunan ubi singkong, jatropa.
Selain itu, kedua institusi itu sepakat untuk mengembangkan penambangan batu kapur, kilang etanol, dan kilang biodisel.
Michael menjelaskan Quantum akan melakukan pengelolaan lahan singkong seluas 100.000 ha dengan investasi sebesar US$100 juta.
Dari total lahan seluas itu, Quantum mengharapkan bisa memproduksi bioetanol sebanyak 300.000 ton. Khusus pembangunan kilang etanol dan biodisel, perusahaan asal Australia itu akan menyiapkan dana sebesar US$250 juta.
"Potensi di Indonesia sangat besar. Potensi itulah yang membuat kami cenderung memilih berinvestasi di Indonesia dibandingkan dengan Malaysia. Rencana operasi diharapkan kuartal empat 2008," ujarnya.
Menurut Michael, Quantum juga merencanakan membangun satu kilang terlebih dahulu dari empat kilang yang direncanakan. Empat kilang ini akan dibangun di beberapa lokasi di Pulau Sumba.
Direktur Pemasaran Quantum Petroleum Malaysia Rozario Prakash menjelaskan untuk membangun empat kilang ini total investasi yang akan dialokasikan mencapai US$250 juta.
"Sementara itu, ekspor bioetanol diperkirakan menambah pendapatan negara maksimal sebesar US$200 juta," katanya.
Empat kilang itu akan memproses 100.000 MT/annum, dengan bahan baku 20 juta ton singkong, dan lima juta ton kentang.
Oleh Diena Lestari
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- EKSPLORASI
Pasar rig dunia melesu - EKSPLORASI
Hampa Iran bangun kilang - EKSPLORASI
OPEC putuskan produksi 17 Des. - EKSPLORASI
BG & Santos tunda proyek LNG - EKSPLORASI
Daewoo akan pasok gas ke CNPC