Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 06/10/2008
Pebisnis Polandia bidik sektor energi
WARSAWA: Sejumlah pelaku usaha asal Polandia berencana berinvestasi di Indonesia senilai US$2 miliar di bidang pertambangan batu bara dan tambang lainnya dalam waktu dekat.
Rencana beberapa pelaku usaha Polandia itu diungkapkan Duta Besar Indonesia untuk Polandia Hazairin Pohan di Warsawa, Polandia, pekan lalu.
"Selain itu, pelaku usaha itu juga memandang strategisnya investasi di bidang pembangkit listrik di Indonesia. Di antara perusahaan pertambangan asal Polandia yang berminat itu adalah Vamur dan Kopex," tandasnya.
Sebagai tahap awal, saat ini Polandia telah mengucurkan dana senilai US$250 juta untuk tambang batu bara di Kalimantan Selatan.
Hazairin menjelaskan bentuk kerja sama tersebut pada level antarpebisnis (business-to-business) melalui pembentukan perusahaan patungan di Indonesia.
Selanjutnya, rencana investasi senilai US$2 miliar itu akan digenjot lebih besar lagi melalui kunjungan BUMN asal Polandia ke Indonesia pada Januari 2009 oleh Pemerintah Polandia (government-to-government).
Perdagangan
Di bidang lain, sepanjang tahun lalu lalu lintas perdagangan Indonesia dan Polandia mencapai US$600 juta dan ditargetkan tahun ini meningkat 30%.
"Dari US$600 juta itu, sebanyak US$420 juta adalah ekspor Indonesia ke Polandia dan sisanya ekspor Polandia ke Indonesia," tuturnya.
Dia menuturkan kerja sama Polandia dan Indonesia selayaknya ditingkatkan, karena Polandia merupakan negara anggota Uni Eropa dengan populasi penduduk yang terbesar.
Hubungan strategis kedua negara saat ini juga sudah masuk pada dasar hubungan bilateral yang baru melalui berbagai perjanjian dan kesepakatan yang dikomandoinya.
"Polandia juga menantikan kunjungan balasan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setelah Presiden Polandia berkunjung ke Indonesia beberapa waktu yang lalu," ujarnya.
Pemerintah Polandia, lanjutnya, mengucurkan kredit US$405 juta bagi Indonesia dalam pembelian helikopter, radar, pesawat, dan kapal patroli. Selain itu, pinjaman lunak guna pemberdayaan masarakat di sektor kesehatan, air bersih, dan listrik.
Adapun, anggota parlemen Polandia yang juga petinggi Komisi Kerja Sama Indonesia-Polandia Maciej Orzechowski mengatakan Polandia optimistis investasi kedua negara akan berkembang, menyusul menguatnya hubungan Pemerintah Indonesia dan Polandia.
Produk kayu asal Indonesia menjadi impor terbesar dari Polandia. Adapun, produk dari industri militer Polandia, kapal, helikopter dan mesin industri lainnya menjadi impor Indonesia atas Polandia.
Dia menuturkan pameran produk asal Indonesia yang digagas Dubes Indonesia untuk Polandia pada tahun ini juga menjadi landasan bagi Polandia untuk mengetahui ragam produk asal Indonesia dan pengembangan investasi ke depan.
"Selain bidang investasi, kami juga menggalakkan kerja sama di bidang pendidikan melalui pertukaran pelajar Indonesia dan Polandia, dan pariwisata. Hubungan bilateral Indonesia-Polandia terbina sejak 1950-an dan kami terus mengembangkan hubungan ini," tandasnya.
Oleh Sylviana Pravita R.KN.
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- EKSPLORASI
Pasar rig dunia melesu - EKSPLORASI
Hampa Iran bangun kilang - EKSPLORASI
OPEC putuskan produksi 17 Des. - EKSPLORASI
BG & Santos tunda proyek LNG - EKSPLORASI
Daewoo akan pasok gas ke CNPC