Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 06/10/2008

Kalsel akan undang pakar selidiki CBM

BANJARMASIN: Pemprov Kalimantan Selatan berencana mengundang pakar geologi dan guru besar teknik kimia dari berbagai negara di dunia untuk melakukan penyelidikan potensi coal bed metana (CBM), yakni gas methane (CH4) yang terdapat dalam pori-pori batu bara, di wilayah Kalsel.

Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengungkapkan Kalsel merupakan salah satu daerah yang diduga memiliki potensi CBM yang sangat besar, tetapi belum tergarap secara optimal.

"Indikasi adanya potensi besar CBM di Kalsel di antaranya banyak daerah yang memiliki kandungan batu bara. Selain itu, ada semburan gas di Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang hingga kini juga belum ditangani secara maksimal," ujarnya.

Untuk mengetahui potensi tersebut, pemprov akan meminta pakar yang telah berpengalaman dalam melakukan penelitian dan penyelidikan tentang CBM ini.

Rudy juga akan mengajak tiga gubernur di Kalimantan lainnya, untuk melakukan hal yang sama, mengingat empat provinsi di Kalimantan memiliki potensi sumber daya alam yang sama.

Keinginan untuk mengundang para pakar geologi dan guru besar teknik dari berbagai negara tersebut, setelah Rudy bersama ketiga gubernur di Kalimantan lainnya, mengikuti simposium di Australia selama lima hari, tentang manfaat dan potensi CBM.

Menurutnya, dalam simposium tersebut, dipaparkan hasil riset CBM yang telah dilakukan oleh para pakar pada bidang terkait dari berbagai negara, lengkap dengan pengetahuan tentang eksploitasi dan eksplorasi gas tanpa harus merusak lingkungan.

"Simposium tersebut juga diikuti oleh berbagai pakar dari Pakistan, Italia, India, Australia, dan perusahaan internasional yang melakukan kegiatan riset kandungan gas metana," tambahnya.

Para pakar itu, selanjutnya akan diundang untuk melakukan penyelidikan kandungan gas di Kalsel termasuk di Desa Berambai Kabupaten Batola.

Antara

bisnis.com

Berita Lain

  • EKSPLORASI
    Produksi LNG dunia melambat
  • EKSPLORASI
    Larangan operasi NTC siap dicabut
  • Izin usaha SPBU penolak premium terancam dicabut
  • PGN operasikan stasiun induk CNG 2011