Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 07/10/2008
Proyek kilang Bojonegara layak untuk dilanjutkan
JAKARTA: Proyek kilang minyak Bojonegara, atau dikenal dengan the Greater Java Refinery, dipastikan layak dilanjutkan berdasarkan hasil studi kelayakan yang dilakukan Axen yang telah tuntas.
Direktur Pengolahan Pertamina Rukmi Hadihartini mengatakan perseroan telah melibatkan Axen, perusahaan penyedia lisensi teknologi kilang asal Prancis, untuk melakukan studi kelayakan yang memang berdasarkan jadwal tuntas Oktober.
Berdasarkan hasil studi itu, proyek tersebut dinyatakan layak untuk dilanjutkan sehingga perlu ada pembicaraan lanjutan mengenai program proyek ke depan.
"Pekan depan kami akan ke Iran untuk bicara soal kilang Bojonegara. Pak Ari [Hernanto Soemarno, Dirut Pertamina] akan bicara di satu konferensi di Iran yang sekaligus dilanjutkan dengan pembicaraan mengenai kilang ini bagaimana perkembangan ke depan," kata Rukmi kemarin.
Menurut dia, pembicaraan akan terkait dengan ketersediaan minyak mentah, penyediaan teknologi, dan besaran investasi yang harus dikeluarkan untuk pelaksanaan proyek.
Sejauh ini, tuturnya, kilang dengan kapasitas total 300.000 barel per hari itu baru mendapat komitmen utuh pasokan minyak mentah dari Iran sebanyak 150.000 bph.
"Sisanya kami masih mencari tambahan. Jadi, kendati sudah dinyatakan layak, investasinya belum pasti dan teknologi masih belum bicara jauh. Posisi Iran sebagai salah satu investor kilang itu juga ada pengaruh yang barangkali mesti dilihat dulu," katanya.
The Greater Java Refinery Bojonegara merupakan proyek patungan tiga perusahaan dari tiga negara, yaitu Pertamina (40%), National Iranian Refining and Distribution (NIORD), Iran (40%), dan Petrofield Refining Company Ltd., Malaysia (20%).
Sebelumnya, kilang itu diperkirakan menelan nilai investasi pada kisaran US$4 miliar hingga US$7,1 miliar dengan kapasitas antara 150.000 bph dan 300.000 bph.
Untuk teknologi, Staf Ahli Pertamina Suroso Atmomartoyo mengungkapkan perseroan sedang dalam pembicaraan dengan Axen untuk pembelian lisensi teknologi kilang yang akan memproduksi BBM berstandar Euro IV itu. Kilang Bojonegara itu dijadwalkan bisa beroperasi pada 2013, bersamaan dengan selesainya pengembangan kilang Cilacap yang diperkirakan proses tendernya tuntas pada Januari 2009.
Kilang Balongan
Sementara itu, Rukmi menjelaskan Pertamina hanya bisa menyerap 60.000 bph minyak mentah limpahan dari kilang Balongan selama masa perbaikan 57 hari sejak 8 Oktober mendatang.
Menurut dia, Pertamina akan mengalihkan minyak mentah Sumatera Light Sweet (SLC/Minas) dan sebagian kecil minyak mentah Duri ke kilang Balikpapan.
"Yang bisa dioptimalkan dari 125.000 bph pasokan kilang Balongan, hanya 60.000 bph untuk diproses di kilang Balikpapan. Sisanya, memang direncanakan untuk tidak diambil," katanya.
Untuk itu, katanya, Pertamina melakukan pembicaraan dengan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas untuk mengekspor sisa pasokan yang tidak tertampung selama masa perawatan kilang Balongan, terkait dengan upaya menjaga lifting minyak mentah.
"Itu sudah dipersiapkan dan dibicarakan sejak awal karena rencana perawatan ditetapkan setahun sebelumnya. Karena tidak terserap lagi di dalam negeri, sisa minyak Duri dan juga Jatibarang akan diekspor."
Di sisi lain, tuturnya, Pertamina telah menyiapkan impor tambahan, baik produk BBM, elpiji, maupun migas untuk menjaga keamanan produksi tersebut.
Belum lama ini, Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya Yuktianta mengatakan pihaknya akan mengimpor premium dan solar dalam periode September dan Oktober ini berada di level 5,2 juta barel dan 5,4 juta barel, dengan alasan menghadapi musim Lebaran dan juga penghentian operasi kilang Balongan. (rudi.ariffianto@bisnis.co.id)
Oleh Rudi Ariffianto
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- IEA desak Indonesia kurangi subsidi BBM
- EKSPLORASI
Eksplorasi Blok Bukit Barisan aman - EKSPLORASI
Investor keluhkan listrik - EKSPLORASI
Pemerintah giatkan hemat energi - EKSPLORASI
Impor minyak mentah Jepang naik