Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

Kilang tahap I Pembangkitan Jawa-Bali selesai

GRESIK: PT Pembangkitan Jawa Bali (Persero) bekerja sama dengan PT Media Karya Sentosa (MKS) telah merampungkan tahap I pembangunan kilang LPG (liquefied petroleum gas) dengan kapasitas mencapai 160 ton LPG dan kondensat 350 barel per hari.

Sekretaris Perusahaan PJB Adi Supriono mengatakan pembangunan kilang LPG itu merupakan bagian dari proyek serupa yang dikerjakan dalam dua tahap berlokasi di Gresik, Jawa Timur.

Proyek LPG plant I juga memproduksi lean gas sekitar 36 MMscfd (juta kaki kubik per hari), di antaranya 13 MMscfd diserap PJB untuk menambah pasokan bahan bakar gas ke Unit Pembangkitan Gresik milik BUMN tersebut. Proyek itu menelan dana US$35 juta.

"Proyek LPG plant tahap I dimulai pertengahan Mei 2007. Proyek itu kini telah selesai bulan lalu dan produksi gasnya telah masuk ke UP Gresik. Dijadwalkan proyek tahap II bisa dirampungkan bulan depan," ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, PJB dan MKS pada Mei 2007 menandatangani naskah perjanjian kerja sama pengolahan raw gas melalui pembangunan kilang LPG di Gresik, dengan total produksi LPG 505 ton dan kondensat 1.225 ton per hari.

Proyek tersebut terbagi dua tahap. Tahap I menghasilkan 160 ton LPG dan kondensat 350 barel per hari dengan dana investasi US$35 juta. Kilang LPG yang lokasinya berdampingan dengan UP Gresik itu memanfaatkan bahan baku gas eks Pertamina Codev sebanyak 40 MMscfd, sekaligus menghasilkan lean gas sekitar 36 MMscfd. Dari total produksi, sekitar 13 MMscfd diserap PJB dengan harga US$3,68 per juta Btu (British thermal unit) untuk bahan bakar UP Gresik.

Sri Djoko M. Kuntjoro, Direktur Pengembangan & Niaga PT PJB, mengatakan kedua perusahaan menyepakati pemanfaatan raw gas oleh MKS sebagai umpan kilang LPG guna menghasilkan LPG dan kondensat. Di lain pihak, PJB mendapatkan lean gas sesuai dengan volume raw gas yang diumpankan sekaligus memperoleh fee process.

"MKS berhak atas LPG serta kondensat hasil pengolahan raw gas, sedangkan PJB memperoleh kompensasi fee atas pemrosesan raw gas senilai US$0,08 per MMBtu. Adapun, nilai investasi kilang LPG tahap I US$35 juta," tuturnya belum lama ini.

Proyek kilang LPG berbahan baku gas disebutkan mampu meningkatkan nilai tambah melalui proses ekstraksi kandungan dalam gas. Sebelumnya, energi tersebut hanya digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik.

Adi menjelaskan sebagian dari  lean gas yang dihasilkan kilang LPG tahap I telah dimasukkan ke UP Gresik guna menambah pasokan bahan bakar ke pembangkit berkapasitas terpasang 2.250 megawatt (MW) itu.

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Pemerintah liberalisasi gasifikasi kota
  • Pertamina ingin partisipasi di Blok Semai V
  • Rio Tinto akan bertemu
    Pemkab Morowali & Konawe
  • PTBA pasok batu bara ke AME