Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 07/10/2008
Blok Masela gunakan kilang terapung
JAKARTA: Inpex Corp kemungkinan akan memilih untuk membangun kilang terapung untuk menampung produksi LNG (liquefied natural gas) dari Lapangan Abadi, Blok Masela di laut Timor.
Juru Bicara Inpex Kazuya Honda mengatakan keputusan untuk membangun kilang terapung itu baru diputuskan pada akhir tahun. Rencana pembangunan kilang itu tetap harus dirundingkan dengan Pemerintah Indonesia.
"Kami kemungkinan memilih untuk membangun kilang terapung di Blok Masela. Kami sedang melakukan perundingan dengan Pemerintah Indonesia soal pembangunan kilang tersebut," katanya seperti dikutip Bloomberg, kemarin.
Presdir Inpex Corp Naoki Kuroda seperti dikutip Nikkei menyebutkan pembangunan kilang Blok Masela membutuhkan dana sebesar US$9,6 miliar.
Apabila perusahaan eksplorasi terbesar Jepang itu benar-benar memilih untuk membangun kilang terapung, perusahaan itu tercatat sebagai perusahaan pertama di dunia yang menggunakan fasilitas kilang terapung dengan kapasitas mencapai 4,5 juta ton per tahun.
Selain kilang terapung Blok Masela, Inpex juga memiliki proyek LNG lainnya di Australia. Perusahaan Jepang itu merencanakan membangun kilang Ichthys di Darwin. Kilang itu memiliki kapasitas dua kali lebih besar dibandingkan dengan kilang Blok Masela dengan rencana investasi mencapai US$20 miliar.
"Inpex tetap memiliki dua opsi untuk pembangunan kilang Blok Masela. Selain kilang terapung, perusahaan itu juga punya opsi membangun jaringan pipa dari Lapangan Abadi ke kilang LNG di Darwin," kata analis energi Morgan Stanley Lalita Gupta.
Inpex dan Total SA merencanakan kilang Blok Masela beroperasi secara komersial pada akhir 2016. Sementara itu, proyek kilang Ichthys Australia yang memiliki kapasitas 8 juta ton per tahun itu direncanakan akhir 2014 atau awal 2015.
Khusus BloK Masela, Inpex telah menegaskan akan mengalokasikan seluruh gas alam cair yang diproduksi dari Blok Masela untuk ekspor ke Jepang.
Oleh karena itu, perusahaan itu terus berbicara dengan Pemerintah Indonesia mengenai kesepakatan rencana tersebut. Dia berharap kesepakatan dengan pemerintah akan tercapai pada akhir tahun ini. (Firman Hidranto)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- IEA desak Indonesia kurangi subsidi BBM
- EKSPLORASI
Eksplorasi Blok Bukit Barisan aman - EKSPLORASI
Investor keluhkan listrik - EKSPLORASI
Pemerintah giatkan hemat energi - EKSPLORASI
Impor minyak mentah Jepang naik