Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 07/10/2008
Konsumsi pertamax di Makassar hanya capai 1.000 liter per hari
MAKASSAR: PT Pertamina Regional VII melaporkan konsumsi BBM jenis pertamax di Makassar dalam beberapa bulan terakhir hanya mencapai rata-rata satu kiloliter per hari.
Jumlah tersebut sangat kecil bahkan nyaris tidak sampai 0,2% dari total konsumsi premium yang sebesar 600 kiloliter per hari.
Kondisi ini dinilai sangat ironis di tengah upaya menekan biaya subsidi BBM serta terus meningkatnya angka penjualan mobil berkapasitas besar di atas 2.000 cc.
"Orang kaya di Makassar ini banyak, tapi yang membeli pertamax untuk mobilnya sangat sedikit. Ini kembali ke kesadaran masing-masing," kata External Relation Pertamina Regional VII Unit Pemasaran BBM Retail Rosinah Nurdin, kemarin.
Rosinah mengatakan konsumsi pertamax satu kiloliter atau 1.000 liter per hari itu hanya setara dengan kebutuhan 20 mobil apabila tangkinya diisi 50-60 liter per kendaraan.
Menurut dia, Pertamina telah melakukan promosi cukup intensif agar warga berpendapatan menengah atas membeli pertamax, a.l. mengampanyekan bahwa pertamax lebih disarankan untuk mobil produksi di atas tahun 2000.
Namun, tampaknya promosi itu belum efektif. Warga tetap memilih membeli premium yang harganya hampir separuh lebih murah.
Padahal, katanya, warga kaya sebenarnya tidak berhak mengonsumsi BBM bersubsidi seperti premium.
"Namun apa mau dikata, logika harga saat ini masih menang terhadap kesadaran bahwa premium itu memberatkan anggaran negara," kata Rosinah.
Sebelumnya, awal tahun ini Pertamina mencatat konsumsi pertamax di kota metropolitan Makassar paling tinggi hanya enam kiloliter per hari. Konsumsi tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan kota-kota besar lain di Indonesia.
Pertamax ini tersedia di 12 stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) yang ada di kota itu.
Oleh Kwan Men Yon
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- IEA desak Indonesia kurangi subsidi BBM
- EKSPLORASI
Eksplorasi Blok Bukit Barisan aman - EKSPLORASI
Investor keluhkan listrik - EKSPLORASI
Pemerintah giatkan hemat energi - EKSPLORASI
Impor minyak mentah Jepang naik