Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 08/10/2008
Pertamina minat perbesar saham di Mahakam
JAKARTA: PT Pertamina (Persero) berminat menguasai hak partisipasi hingga 25% terhadap blok kaya gas di Blok Masela dan Blok Mahakam setelah menyatakan minat yang sama terhadap blok di Selat Makassar.
Wakil Direktur Utama Pertamina Iin Arifin Takhyan mengatakan perseroan sudah melayangkan surat kepada pemerintah terkait dengan minat perusahaan untuk terlibat lebih dalam pada tiga proyek besar gas itu. Menurut dia, perseroan memiliki kemampuan untuk ikut serta dalam proyek-proyek itu hingga kepemilikan saham hingga mencapai 25%.
"Pertamina diminta meningkatkan kontribusi. Production sharing contract menetapkan minimal penawaran untuk daerah yang bisa diambil alih Pertamina adalah 10%. Kami ingin lebih dari itu dan setidaknya sampai 25% untuk tiap-tiap blok tersebut," katanya kemarin.
Sebelumnya, Iin mengatakan untuk mendapatkan tambahan tersebut harus ada pembicaraan business to business antara BUMN itu dan operator ketiga blok gas itu. Untuk itu, katanya, Pertamina telah melakukan pembicaraan langsung setidaknya dengan Chevron Indonesia Company di Blok Selat Makassar.
Juru Bicara Chevron Santi Manuhutu membenarkan kabar mengenai rencana Pertamina untuk masuk ke proyeknya di Selat Makassar, terutama mengenai penawaran hak partisipasi 10%. Selain Pertamina, tuturnya, pihaknya juga menerima keinginan dari pihak lain untuk berpartisipasi.
Namun, tuturnya, Chevron masih menunggu surat persetujuan dari pemerintah terkait dengan PoD yang hingga kini belum diterima."Kami akan bahas lebih lanjut mengenai participating interest ini setelah surat persetujuan PoD laut dalam dari pemerintah," katanya.
Lima lapangan
Padahal, sebelumnya pemerintah menyatakan telah memberi persetujuan kepada Chevron untuk menggarap lima lapangan kaya gas dari dua wilayah kerja laut dalam di Selat Makassar yang diperkirakan menghabiskan dana US$6,97 miliar. Persetujuan itu ditandatangani Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro pada 29 Agustus lalu.
Kepala BP Migas R. Priyono mengatakan pihaknya akan mempertemukan Pertamina dengan investor wilayah kerja migas yang diminati tersebut, yaitu meliputi Chevron, Total E&P Indonesie, dan Inpex. Menurut dia, pembicaraan mengenai participating interest sebenarnya sebatas 10% yang menjadi kewajiban kontraktor terkait.
"Namun, Pertamina memang ingin lebih dari itu. Bahkan informasinya, mereka ingin 25% itu di luar 10% yang ditetapkan ketentuan. Bagi kami, itu bagus dan tidak masalah selama Pertamina siap dengan pendanaannya," katanya.
Khusus untuk Blok Mahakam yang digarap oleh Total dan Inpex, Priyono mengatakan berdasarkan kontrak pengembangan yang kini berjalan memang tidak ada hak partisipasi dari perusahaan nasional, termasuk Pertamina. "Namun, kewajiban hak partisipasi perusahaan lokal itu akan dijadikan sebagai salah satu ketentuan dalam perpanjangan kontrak Total-Inpex di Blok Mahakam." (rudi.ariffianto@bisnis.co.id)
Oleh Rudi Ariffianto
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- IEA desak Indonesia kurangi subsidi BBM
- EKSPLORASI
Eksplorasi Blok Bukit Barisan aman - EKSPLORASI
Investor keluhkan listrik - EKSPLORASI
Pemerintah giatkan hemat energi - EKSPLORASI
Impor minyak mentah Jepang naik