Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Pertambangan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 08/10/2008
Harga minyak masih tertekan
JAKARTA: Harga minyak diperkirakan masih akan tertekan, bahkan sampai November, sehingga permintaan terhadap komoditas itu akan turun terus, menyusul adanya resesi yang melanda Amerika Serikat.
Pengamat perminyakan Kurtubi mengatakan harga minyak masih akan tertekan. Tertekannya harga minyak akan berlangsung hingga November.
"Proyeksi ke depan kontrak minyak mentah tetap meskipun dana talangan sudah disepakati guna menolong sektor perbankan," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Di sisi lain, menurut pengamat minyak dan Direktur PT Reliance Securities Stefanus P. Susanto kepada Bisnis belum lama ini mengemukakan proposal bailout senilai US$700 miliar yang sudah disetujui DPR AS dinilai akan membawa AS keluar dari masa krisisnya sehingga permintaan minyak mentah kembali naik. "Harga minyak akan bertahan sampai ada kejernihan dana talangan US$700 miliar."
Di pasar New York Merchantile Exchange (Nymex), kontrak minyak mentah dunia terpantau mengalami kenaikan tipis setelah sebelumnya anjlok 6,5% di bawah level US$90 per barel. Kekhawatiran penurunan produksi OPEC ditengarai menjadi salah satu pemicu naiknya 'emas hitam' ini.
Harga minyak mentah untuk pengiriman November naik US$2,99 atau 3,4% menjadi US$90,80 per barel, kemarin. Pada pukul 2.57 siang waktu Singapura, harga kontrak minyak bergerak pada level US$90,75 per barel. Pada pukul 17.30 WIB, minyak ada di level US$90,35 per barel.
Kontrak minyak sudah terhempas 38% dari rekor US$147,27 yang disentuhnya pada 11 Juli. Penurunan harga ini menurut OPEC akan berlangsung hingga tahun depan. Dua hari lalu, harga minyak sempat anjlok US$6,07 dan menyentuh US$87,81 per barel. Bahkan kontraknya menurun tajam hingga US$87,56 yang merupakan titik terendah sejak 7 Februari seiring dengan apresiasi dolar AS terhadap euro.
Minyak brent untuk pengiriman November naik US$2,31 atau 2,8% menjadi US$85,99 per barel di Intercontinental (ICE) Futures Europe London.
Pada pukul 2.57 waktu Singapura, harga minyak produksi laut utara AS ini bertahan pada level US485,74 per barel. Dua hari lalu, kontraknya anjlok US$6,57 atau 7,3% menjadi US$83,68 per barel. (23)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- IEA desak Indonesia kurangi subsidi BBM
- EKSPLORASI
Eksplorasi Blok Bukit Barisan aman - EKSPLORASI
Investor keluhkan listrik - EKSPLORASI
Pemerintah giatkan hemat energi - EKSPLORASI
Impor minyak mentah Jepang naik